Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH -
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah masih menunggu hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa.
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, meminta semua pihak memberi waktu kepada BPOM yang saat ini masih melakukan pemeriksaan sampel makanan.
“Jadi kita hargai kawan-kawan BPOM lagi bekerja hari ini, kita beri ruang, beri waktu mereka,” ujar Rachmat saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, hasil uji tersebut sangat krusial karena akan menentukan kelanjutan operasional dapur MBG yang saat ini masih disuspensi.
“Hasil ini nanti akan menentukan nasib kelangsungan daripada SPPG yang terkena suspend kemarin,” jelasnya.
Rachmat mengaku berharap hasil pemeriksaan dapat segera keluar.
Namun, ia juga memahami adanya kendala teknis yang mungkin dihadapi dalam proses pengujian.
“Saya berharap bisa cepat, tapi kalaupun belum bisa cepat, mungkin ada peralatan yang kurang atau sampel harus dicek ke luar Provinsi Bengkulu,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan kepastian agar langkah selanjutnya dapat segera diambil, termasuk terkait status operasional penyedia makanan MBG.
“Kita berharap hasilnya segera ada sehingga nasib dari SPPG yang disuspend ini jadi jelas,” tambahnya.
Baca juga: Breaking News: 8 Siswa SMPN 3 Bengkulu Tengah Diduga Keracunan MBG, Sempat Dirawat di Klinik
Harapan Program Tetap Berjalan
Meski demikian, Bupati menyampaikan harapannya agar program MBG tetap bisa berjalan kembali, mengingat manfaatnya bagi para siswa.
“Kita masih berharap SPPG ini bisa beroperasi lagi, karena anak-anak kita membutuhkan program ini,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebut, banyak siswa yang merasakan dampak penghentian sementara program tersebut.
“Anak-anak yang hari ini tidak dapat program makan bergizi gratis ini menyampaikan bahwa mereka butuh makan bergizi gratis ini,” tutupnya.
Seperti diketahui, hasil uji dari BPOM hingga kini belum keluar, meski sudah lebih dari sepekan sejak kejadian dugaan keracunan yang menimpa 9 siswa di Bengkulu Tengah.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini