TRIBUNNEWS.COM – Program revitalisasi satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dimulai. Sebanyak 809 sekolah akan diperbaiki melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menandai dimulainya program tersebut dengan peletakan batu pertama di TK Kristen Kota Kupang, Senin (4/5/2026).
“Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Provinsi ini menjadi prioritas karena terdapat banyak wilayah 3T serta mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan, pembangunan TK Kristen Kota Kupang ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan. Dengan demikian, pada Agustus 2026 kegiatan belajar mengajar sudah dapat dilakukan di gedung baru.
“Harapannya kualitas pendidikan di NTT meningkat. Jika pendidikan membaik, maka sumber daya manusia juga akan ikut meningkat,” jelasnya.
Program revitalisasi ini disambut antusias oleh pihak sekolah. Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje Rosaline Padaleti, mengaku bersyukur sekolah yang berdiri sejak 1958 itu akhirnya mendapatkan bantuan pembangunan.
Selama ini, keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama. Bahkan, ruang kelas yang digunakan merupakan ruang istirahat penjaga gereja.
“Seluruh warga sekolah sangat bahagia. Ini menjadi semangat baru bagi kami dan anak-anak untuk belajar lebih baik,” ujarnya.
Kegembiraan juga dirasakan para orang tua murid. Salah satunya, Hamida Arifin, yang menilai program revitalisasi akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Ia juga mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun karena dinilai mampu mendorong perkembangan anak sejak usia dini.
“Anak saya sekarang lebih mandiri, sudah bisa menulis dan berhitung. Kami berharap fasilitas baru nanti membuat anak-anak semakin semangat belajar,” katanya.
Baca juga: Perluas Akses Pendidikan, Kemendikdasmen Terapkan PJJ Jenjang SMA di 34 Provinsi
Orang tua lainnya, Ryan Rudolf Lewo, menilai revitalisasi ini sangat tepat sasaran. Ia berharap pembangunan berjalan lancar agar anak-anak segera merasakan fasilitas baru yang lebih layak.
Adapun TK Kristen Kota Kupang menjadi salah satu dari 809 sekolah penerima program revitalisasi di NTT. Bantuan yang diberikan meliputi pembangunan dua ruang kelas, satu ruang administrasi, toilet, serta alat peraga edukatif dengan total anggaran lebih dari Rp860 juta.
Secara keseluruhan, total anggaran revitalisasi pendidikan di NTT mencapai lebih dari Rp630 miliar. Hingga April 2026, sebanyak 9 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama, sementara 800 lainnya masih dalam proses.
Program ini diharapkan mampu memperkuat akses dan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.