TRIBUNNEWS.COM - Nama istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin masih menjadi sorotan usai viral tudingan aniaya asisten rumah tangga (ART).
Pada hari ini, Senin (4/5/2026), Herawati selaku ART ditemani kuasa hukum dan penyalur ART, Nia Damanik mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk memberikan klarifikasi terkait perkaranya dengan Erin.
Usai menjalani pemeriksaan, penyalur ART, Nia Damanik membeberkan perlakuan Erin saat dirinya menjemput Herawati di kediaman mantan istri ketua grup motor Prediksi itu.
Nia Damanik mengungkapkan bahwa dirinya menjemput Herawati lantaran ada laporan sang ART terkait perlakuan dari Erin.
Awalnya Nia Damanik datang secara baik-baik tanpa didampingi polisi.
"Saya waktu itu datang malam-malam kan sesuai laporan pekerja saya."
"Saya datang malam itu dan dengan niat baik-baik, ke situ pun saya enggak membawa polisi dan yang menyuruh melapor juga ibu Erin-nya," ungkap Nia Damanik, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Berniat ingin menjemput Herawati, Nia malah mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Erin.
Ia mengaku malah diusir dan diminta untuk melaporkan dugaan penganiayaan ke polisi.
"Saya ingin menjempur pekerja saya, lalu dia menyuruh saya untuk diusir dan saya harus laporan ke Polsek," kata Nia.
Bahkan usai melapor dan datang kembali dengan didampingi polisi mereka juga diusir lagi oleh ibu tiga anak itu.
Baca juga: ART Ungkap Penganiayaan yang Diduga Dilakukan Erin Eks Istri Andre Taulany: Kepala Saya Dipukul Sapu
"Setelah saya laporan ke Polsek, saya bawa juga polisi ke sana tetap saja diusir," sambung Nia.
Menurut pengakuan Nia, bahwa Herawati pada saat itu juga terus meminta tolong lantaran dicekik hingga dicakar oleh Erin.
Nia lantas langsung membawa paksa Herawati untuk pergi dari kediaman Erin.
"Pada malam itu di depan polisi juga dia teriak-teriak minta tolong bahwa dia dicekik dicakar."
"Jadi kita nggak mungkin dong ninggalin di situ, terpaksa saya bawa pulang."
"Jadi ya Ibu Erin membantah dengan klarifikasi dia sendiri. Dan saya juga ada di saat di tempat itu ya saya dengar sendiri beserta dengan Bapak Polisi juga dan satpamnya juga," papar Nia.
Kasus ini ramai menjadi perbincangan diketahui berawal dari viralnya unggahan akun Threads niadamanik7 yang berisikan tudingan melakukan penganiyaan terhadap ART.
Dalam unggahan tersebut, Erin dituding telah melakukan penganiayaan terhadap ART hingga tak memberikan gaji.
"Assalamualaikum, selamat pagi semuanya. Tolong bantu up teman teman ini terjadi peganiayaan,di rumah erin mantan istri andre taulani,,pelaku penganiayaan mantan istri andre taulaniyg bernama erin,kebetulan teman kita ngonten juga ini."
"Hp nya dibanting, bajunya msih di tahan, gajinya msih di tahan," tulis dalam akun tersebut, dikutip Kamis (30/4/2026).
Erin didampingi kuasa hukumnya mendatangi Polres Metro Jakarta untuk melaporkan balik terkait dugaan pencemaran nama baik, Rabu (29/4/2026) malam.
Tak hanya melaporkan balik, pihak Erin juga siap melayangkan somasi terhadap ART.
"Untuk lebih jelasnya lagi, kita akan pertegas dengan akan melakukan somasi. Somasi kepada penyalurnya dan juga kepada ART-nya," terang kuasa hukum Erin, Siti Hajar, dikutip dari YouTube Intens Investigasi.
Menurut Siti, somasi tersebut dilayangkan sebagai pengingat bahwa tidak semudah itu memberikan tudingan yang tak berdasar ke seseorang.
"Ya itu untuk mengingatkan bahwa tidak semudah itu untuk melakukan pencemaran dan juga membuatkan fitnah yang belum tentu ada kebenarannya dan itu tidak dilakukan sebenarnya," tandas Siti.
Baca juga: Tak Hanya Herawati, Ada 2 ART Lain yang Sempat Terima Perlakuan Kasar Mantan Istri Andre Taulany
Sementara kuasa hukum lain, memberikan penegasan bahwa tudingan-tudingan yang ditujukan kepada Erin tak benar adanya.
Pihaknya memastikan bakal mengusut tuntas pemilik akun serta dalang dibalik adanya tudingan negatif terhadap Erin.
"Intinya klien kami ini merasa sangat sakit hati ya, karena mau bagaimanapun ini tidak benar, tidak ada apapun yang dilakukan di media sosial itu."
"Media sosialnya pun akan kami kejar dengan inisal ND dengan pencemaran nama baik, fitnah, dan sebagainya, dan dalang-dalang di belakangnya," ujarnya.
"Jadi apa yang disampaikan di media sosial itu tidak benar," tandasnya.
Meski menindak tegas kasus tersebut, pihak Erin masih membuka pintu damai untuk pelaku fitnah.
"Kami perwakilan dari klien, kami tetap ingin berjalan baik-baik," kata kuasa hukum.
Kendati begitu, pihaknya juga tak segan untuk terus melanjutkan proses hukum jika tak ada itikad baik.
Kini pihaknya pun masih mebuka pintu komunikasi.
"Cuman kalau misalnya tidak ada itikad baik dan tetap menyebarkan, idak ada komunikasi secara baik, tentu langkah hukum secara tegas kami akan terus lanjutkan," ucapnya.
(Tribunnews.com/Ifan)