TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyoroti masih banyaknya tokoh asal Sumbar yang dinilai layak menjadi Pahlawan Nasional, namun belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat.
Mahyeldi mengatakan, Sumatera Barat memiliki banyak tokoh pejuang yang kontribusinya tidak hanya dirasakan di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Banyak pahlawan kita berasal dari Sumbar. Kita kelebihannya banyak tokoh-tokoh yang layak diusulkan menjadi pahlawan nasional,” ujarnya saat diwawancarai TribunPadang.com di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus mengusulkan nama-nama tersebut ke pemerintah pusat. Namun, proses penetapan dinilai masih berjalan lambat.
Baca juga: Jalan Palembayan-Matur Nyaris Putus, Mahyeldi: Perbaikan Terkendala Anggaran
“Cuma di pusat yang agak lambat merespons itu. Bahkan terkesan seperti ada pembatasan atau jatah dalam pemberian gelar pahlawan. Ini menurut saya tidak tepat,” katanya.
Menurut Mahyeldi, perjuangan para tokoh bangsa di masa lalu tidak pernah mengenal batasan, sehingga pemberian gelar pahlawan juga seharusnya tidak dibatasi kuota.
“Bayangkan kalau dulu para pejuang itu menjatah perjuangannya, mungkin kita belum merdeka sampai sekarang,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah tokoh yang telah diusulkan, seperti Khatib Sulaiman dan Inyiak Canduang, yang dinilai memiliki rekam jejak perjuangan yang jelas dan diakui luas.
“Tokoh-tokoh yang kita usulkan ini sudah terbukti kiprahnya, tidak hanya di daerah, tapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi: Nilai Rahmah El Yunusiyyah Solusi Persoalan Pendidikan Hari Ini
Mahyeldi menyebut, sejumlah nama dari Sumbar saat ini masih menunggu proses penetapan di tingkat pusat, meski telah diusulkan berulang kali.
“Sekarang ini masih antre di pusat. Sudah beberapa kali kita usulkan,” katanya.
Ia pun berharap kementerian terkait dapat mempercepat proses penetapan, khususnya bagi tokoh yang telah memenuhi kriteria.
“Kalau memang mereka layak, jangan ditunggu satu per satu. Segera disetujui, sehingga penghargaan kepada tokoh dan keluarganya bisa segera diberikan,” tutupnya.(*)