Bahagianya Guru SLB Cinta Asih Soreang, Perjuangan Memperoleh Bantuan dari Javaretro Tak Sia-sia
Kemal Setia Permana May 04, 2026 08:32 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mata Supi Ainun terlihat berkaca-kaca. Ia merasa bahagia karena perjuangannya membawa puluhan anak didik untuk mendapatkan bantuan dari bakti sosial atau Baksos Javaretro berhasil.

Guru SLB Cinta Asih Soreang ini terharu karena anak didiknya yang berkebutuhan khusus mendapat perhatian dan bantuan yang layak dari pihak Javaretro. Ini mengingat anak didiknya terpencari di empat cabang berbeda.

Dengan total siswa 281 orang, para siswa SLB Cinta Asih ada yang disebar melalui kelas jauh yaitu di Ciwidey dan Pangalengan.

"SLB Cinta Asih punya kelas jauh di Kampung Citere dan Pulosari (Pangalengan), serta Indragiri dan Rancabali (Ciwidey)," ujarnya.

Terlebih di Indargiri, letak sekolah jauh ini sangat terpencil karena berada di perkebunan milik PTPN dan hanya memiliki bangunan bedeng. Wilayah itu masih jarang penduduk dan relatif terpencil.

"Sehingga anak-anak sangat membutuhkan bantuan-bantuan semacam ini karena kami berada di daerah yang terpencil dan sangat jauh ke wilayah perkotaan," katanya.

Baksos Javaretri Sabtu 2 April 2026
FOTO BERSAMA - Foto bersama penerima manfaat dan panitia Baksos Javaretro. Baksos Javaretro memang kembali digelar di Rumah Bhineka di Jalan Hercules, Kota Bandung, pada Sabtu (2/5/2026). Puluhan siswa difabel dari sejumlah sekolah hadir untuk mendapatkan bantuan dari Javaretro sebagai wujud dedikasi dan kepedulian sosial bagi masyarakat rentan.

Sementara itu, Baksos Javaretro memang kembali digelar di Rumah Bhineka di Jalan Hercules, Kota Bandung, pada Sabtu (2/5/2026). Puluhan siswa difabel dari sejumlah sekolah hadir untuk mendapatkan bantuan dari Javaretro sebagai wujud dedikasi dan kepedulian sosial bagi masyarakat rentan.

Total terdapat 55 anak yang menjadi penerima manfaat. Rinciannya, ada 20 orang anak dari SLB Cinta Asih Soreang, kemudian 20 orang anak dari SLB Bunda Pertiwi Majalaya, dan 15 orang anak difabel dari area Bandung Kota serta sekitarnya. 

Para siswa yang hadir turut didampingi oleh sekitar 35 orang pengantar. Pendampingan ini sangat krusial mengingat mayoritas peserta berada pada kategori C, yakni difabel dengan keterbelakangan mental atau down syndrome. 

Pemilik Javaretro, Petrus Adamsantosa, menyebut bantuan yang digelontorkan dirancang secara komprehensif untuk menjawab kebutuhan esensial para penerima manfaat. 

Petrus memastikan ketersediaan kebutuhan sandang, mulai dari buku, sepatu, tas, hingga seragam sekolah, seluruhnya diberikan dalam kondisi baru.

Baksos Javaretro 2 April 2026.1
BAKSOS JAVARETRO - Baksos Javaretro memang kembali digelar di Rumah Bhineka di Jalan Hercules, Kota Bandung, pada Sabtu (2/5/2026). Puluhan siswa difabel dari sejumlah sekolah hadir untuk mendapatkan bantuan dari Javaretro sebagai wujud dedikasi dan kepedulian sosial bagi masyarakat rentan.

"Seragam yang diberikan disesuaikan dengan ukuran dan permintaan mereka. Bahkan jika ada yang meminta ukuran lebih besar agar bisa dipakai lebih lama, atau meminta seragam untuk jenjang SMP tahun depan, kami siapkan," ujar Adam.

Adam juga menanggung penuh biaya sewa angkutan kota sebagai fasilitas antar-jemput gratis dari rumah menuju lokasi acara. Selain logistik pendidikan, Adam memastikan Javaretro juga memfasilitasi layanan medis dan obat-obatan gratis yang dapat diakses oleh anak-anak maupun para pendamping.

Baca juga: Baksos Ibadah Javaretro Sasar Wilayah Bandung Selatan, 113 Orang Dapat Manfaat Bantuan

Sementara Koordinator Kesehatan, dr Nyoman Arya Suprapta, menyebutkan bahwa pihaknya menerjunkan empat tenaga medis profesional dari Klinik Kalisa Medika dan Universitas Kristen Maranatha. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, dr. Nyoman menemukan adanya perbedaan tren keluhan medis.
Untuk kalangan pendamping, keluhan didominasi oleh penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes.

"Kami memberi penanganan medis yang mencakup pemeriksaan fisik, penegakan diagnosa, hingga pengukuran tinggi dan berat badan yang berfungsi sebagai instrumen untuk memantau grafik pertumbuhan anak-anak tersebut," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.