Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Seminggu sudah IPTU La Ode Muhammad Yusdiman bertugas memegang komando Kapolsek Leihitu.
Perwira pertama Polri ini resmi menjabat setelah menggantikan IPTU Muhammad Irwan Nismon Saiifu, dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) dan pelantikan yang berlangsung di Aula Prima Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease pada Senin (27/4/2026).
Prosesi Sertijab itu dipimpin langsung Kaporesta Ambon, Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya.
Namun bagi Yusdiman, jabatan baru bukan sekedar pengganti posisi. Ini adalah awal untuk membangun kepercayaan.
Di minggu pertamanya, ia tidak buru-buru membuat gebrakan besar. Langkah yang dipilih justru sederhana, namun mendasar, yakni membenahi internal.
“Benahi rumah dulu dan membangun koordinasi bersama,” ujarnya saat ditemui TribunAmbon.com di Polsek pada Senin (4/5/2026).
Baginya, institusi yang kuat dari dalam akan lebih siap melayani masyarakat. Karena itu ia banyak menghabiskan waktu berdialog dengan anggotanya, memastikan ritme kerja berjalan seirama.
Di sela itu, ia mulai mengetuk pintu-pintu desa. Menyapa para Raja/Kepala Desa, tokoh masyarakat, dan warga.
Bukan dalam suasana formal semata, tetapi dengan pendekatan yang cair, membangun silatuhmi.
“Saya memulai datang ke Raja-Raja di sini dan berharap mereka menerima saya juga sebagai anak adat mereka,”pintanya.
Sebab dinilai, situasi Kamtibmas memerlukan seluruh elemen bersama yang solid dan gotong royong.
“Kesan pertama saya tentang Jazirah ini yaitu tanahnya subur, langitnya penuh warna,” ucapnya tersenyum.
Baca juga: Pemkot Ambon Peringati Hardiknas ke-67, Mendikdasmen Tekan 5 Hal ini
Baca juga: Sengketa Lahan Eks Hotel Anggrek, BPN Beberkan Data Kepemilikan Eigendom 243 Bukan Milik Sahurila
Ditempa Pengalaman Panjang
Langkah tenang hari ini tidak datang tiba-tiba. Pengalaman IPTU Yusdiman terbilang panjang dan berlapis.
Pengalaman karirnya di dunia kepolisian dimulainya sejak 2004, sebagai Bintara di Polda Maluku.
Hingga hari ini, ia telah merasakan berbagai medan penugasan.
Tugas pertamanya yang diemban ialah bidang lalu lintas pada Polda Maluku. Kurang lebih di bidang lalu lintas selama 6 tahun 7 bulan.
Lalu kembali bergeser, dipercayakan bertugas di unit Reskrimsus (Reserse Kriminal Khusus) Polda Maluku.
“Mulai terbentuknya Reskrimsus itu lalu kami jadi bagian di sana, itu ditahun 2011,” singkatnya.
Jejak karir yang panjang, pengalaman luar biasa mulai lagi di tahun 2020 saat ia menapaki kakinya di sekolah perwira.
“Kemudian saya Perwira itu ditahun 2020,”
Usai dilantik menjadi perwira, ia langsung ditugaskan di Polres Kepulauan Aru. Bahkan, hanya dalam waktu sekitar dua minggu, ia sudah dipercaya menjadi Kapolsek Malrasi.
“Setelah perwira ditahun 2020, dan ditempatkan di Polres Kepulauan Aru. Alhamdulillah setelah bertugas di Polres Kepulauan Aru kurang lebih dua minggu, langsung diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai Kapolsek Malrasi,” ungkapnya dengan wajah tersenyum.
Ia pun mengaku bangga, karena di angkatan 49 pendidikan perwira di Indonesia saat itu, dirinya menjadi yang pertama dipercaya menjabat Kapolsek.
“Itu satu kebanggaan bagi beta (saya), di angkatan 49 beta Kapolsek pertama yang diberikan amanah menjadi Kapolsek,” ungkapnya dengan wajah berseri-seri.
Pengalaman memimpin di wilayah Malrasi menjadi salah satu yang paling membekas. Dengan kondisi geografis yang serba terbatas, ia harus beradaptasi dengan situasi yang jauh berbeda dari penugasan sebelumnya.
“Di sana segala macam keterbatasan beta syukuri dan patut berbangga. Di sana beta banyak merenung dengan situasi Beta yang banyak di kota sebelumnya. Di sana untuk menghubungkan desa yang satu dengan desa yang lain itu melalui spit,” sambungnya.
Kurang lebih setahun ia memimpin Polsek Malrasi.
Setalah itu, ia kembali dipercayakan mengemban sejumlah jabatan, mulai dari Kaur Bin Ops Satresnarkoba hingga Wakapolsek di wilayah yang sama.
Pada 2024, ia menjabat sebagai Kapolsubsektor Kawasan Pelabuhan Dobo sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polsek Leihitu.
“Setiap wilayah kerja punya tantangan yang berbeda,” katanya.
Sepanjang pengabdiannya, ia juga menerima sejumlah penghargaan, diantarnya Satyalancana Dharma Nusa serta Satyalancana Pengabdian 8 Tahun dari Presiden Republik Indonesia.
Kini, dengan bekal pengalaman tersebut, Yusdiman diharapkan mampu membawa perubahan positif di wilayah Leihitu.
Dengan komitmen yang dipegangnya, ia akan mengupayakan tetap menjaga kamtibmas melalui deteksi dini serta memperkuat kebersamaan dengan masyarakat.
Langkahnya mungkin tidak gegap gempita. Namun dari cara ia memulai membenahi internal dan merangkul warga, terlihat arah kepemimpinannya : pelan, dekat, dan membumi.
“Ayo, Leihitu damai kok. Ayo kita dorong bersama menciptakan lingkungan warga yang sejuk, damai, bahagia, dan religius,” ajak warga tuk menjaga kamtibmas di wilayah Leihitu. (*)