Kaki Pelatih Senggol Tubuh Korban di Dasar Kolam, Awal Mula Bocah Les Renang Tenggelam di Pemalang
rival al manaf May 04, 2026 09:11 PM

TRIBUNJATENG.COM - Peristiwa bocah tenggelam saat mengikuti les renang di Pemalang, Jawa Tengah mengingatkan kembali terhadap pengawasan di area kolam.

Terlebih dari keterangan polisi, bocah itu baru ketahuan tenggelam setelah kaki pelatih menyenggol tubuh korban yang sudah di dasar kolam.

Korban merupakan bocah perempuan berusia 7 tahun warga Desa Kreyo, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah meninggal dunia saat mengikuti kursus renang.  

Baca juga: 89 Motor Terjaring dalam Penindakan Balap Liar oleh Polisi di Pemalang

Baca juga: Anak 6 Tahun di Jepara Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai Usai Pamit Bermain Setelah Sekolah

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya korban.  

Kapolsek Randudongkal AKP Sudaryo mengatakan, piket SPKT Polsek Randudongkal sudah melakukan olah TKP di kolam renang di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.  

Menurutnya, siswa kursus renang itu berumur 7 tahun berjenis kelamin perempuan ditemukan tenggelam dan sudah tidak bernyawa di tengah siswa lainnya yang sedang menerima materi renang oleh sang pelatih.  

"Kejadian bermula saat korban mengikuti kursus renang untuk pertama kalinya di salah satu klub renang di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB," kata Sudaryo melalui keterangan resminya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, keberadaan korban baru diketahui tenggelam pada saat kaki seorang pelatih menyenggol tubuh korban di dasar kolam.

"Saat seorang pelatih sedang melatih peserta lain, kakinya menyenggol tubuh di dasar kolam, dan setelah diperiksa ternyata anak yang tenggelam," ujarnya.  

Saat itu juga, pelatih merespon cepat dengan mengangkat korban untuk dilakukan  pertolongan pertama dan membawa korban ke rumah sakit.  

"Dalam pertolongan pertama itu tidak ada respon dan anak korban segera dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya,” ungkap Sudaryo.  

Dari hasil pemeriksaan dokter menyebutkan, korban tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadar dan tidak bernapas, serta tidak ditemukan tanda- tanda penganiayaan.

“Dugaan sementara, korban meninggal karena tenggelam dan paru-paru kemasukan air,” katanya.

Meski begitu, pihaknya telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di area kolam renang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.  

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut," kata Sudaryo.

Sumber: kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.