Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Seorang bocah berusia 8 tahun ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah diduga tenggelam di sebuah kolam ikan di Pekon Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, Minggu (3/5/2026) pagi.
Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko menjelaskan, korban berinisial YAP, pelajar kelas 1 sekolah dasar.
“Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar Juniko mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M Yunus Saputra, Senin (4/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sebelum ditemukan tenggelam, sekira pukul 08.00 WIB korban diketahui sedang bermain bersama seorang temannya di sekitar kolam yang berada di sekitar area persawahan.
Sekitar satu jam kemudian, seorang warga mendengar teriakan minta tolong dari salah satu anak di lokasi.
Saat dihampiri, anak tersebut menunjuk ke arah kolam tempat temannya diduga tenggelam.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menceburkan diri ke dalam kolam untuk menolong korban.
Namun nahas, saat diangkat, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia.
Mendapat laporan, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu serta tenaga medis dari Puskesmas Adiluwih untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan lebih lanjut.
Diketahui, jarak antara rumah korban dengan lokasi kejadian sekitar 1,5 kilometer.
Menurut keterangan orang tua, sebelum kejadian korban sedang bermain sepeda bersama temannya.
Korban juga diketahui memiliki kebutuhan khusus dengan riwayat autisme.
Sementara itu, kedalaman kolam tempat korban tenggelam diperkirakan mencapai 1,5 meter dengan ukuran 13x25 meter persegi yang lokasinya berada di area persawahan dan perkebunan, berjarak puluhan meter dari permukiman warga.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan medis yang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dugaan sementara korban terpeleset saat bermain di sekitar kolam. Namun penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut masih terus kami dalami,” jelasnya.
Menurut Juniko, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi.
Jenazah korban pun telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Lebih lanjut, Juniko juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah.
“Kami mengingatkan agar orang tua tidak lengah dalam mengawasi anak, guna mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)