Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berkomitmen mendorong upaya konservasi dan pengembangan produk lokal, ini ia ungkapkan saat audiensi dan konsultasi dalam rangka persiapan pelaksanaan Program CDCSUI di Kabupaten Klaten, Senin (4/5/2026).
Pertemuan, berlangsung di Ruang Rapat B2 Sekretariat Daerah Kabupaten Klaten.
Audiensi tersebut dihadiri oleh jajaran Balai Besar Biogen Kementerian Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Jawa Tengah, Penyuluh Lapangan Kabupaten Klaten.
National Project Manager (NPM) CDCSUI, Project Technical Assistant (PTA) CDCSUI, OPD Kabupaten Klaten terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: Lomba Desain Logo Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten Resmi Dibuka! Total Hadiah Rp 22,2 Juta
Ketua Kelompok Layanan Penilaian Kesesuaian dan Kerja Sama BRMP Kementerian Pertanian RI, Susi Purwiyanti menyampaikan bahwa program CDCSUI (Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia) merupakan program strategis nasional.
Program ini, bertujuan untuk memperkuat kegiatan konservasi. Serta pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman tanaman pangan Indonesia.
“Melalui proyek ini, diharapkan kegiatan konservasi dapat mengembalikan tanaman-tanaman lokal yang mulai langka bahkan terancam punah," ujarnya.
"Program ini juga mendorong praktik pertanian berkelanjutan, peningkatan kapasitas. Serta penguatan lingkungan yang mendukung mekanisme insentif jangka panjang,” imbuhnya.
Dipaparkan Susi, pelaksanaan program ini mencakup tiga lokasi utama. Yakni Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara.
Kabupaten Klaten, menjadi kunjungan bagian dari rangkaian roadshow untuk mengidentifikasi potensi lokasi kegiatan yang akan ditindaklanjuti.
Terdapat empat komponen utama dalam program CDCSUI, yaitu penguatan kebijakan konservasi sumber daya genetik, kegiatan konservasi tanaman prioritas (pala, cengkeh, uwi, talas, dan padi lokal), pengembangan value chain untuk meningkatkan nilai tambah produk, serta penguatan dan promosi pengetahuan tradisional ke tingkat global.
Kabupaten Klaten, fokus kegiatan akan diarahkan pada konservasi padi lokal, uwi, dan talas. Konservasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Baca juga: Intip Momen Meriah Ketika Pelataran Taman Wisata Candi Prambanan Klaten Dipenuhi Ratusan Penari
Mas Hamenang, panggilan akrab Bupati Klaten memberi apresiasi atas program yang hadir di Klaten ini.
Ditegaskan Hamenang, mengenai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya konservasi dan pengembangan produk lokal.
"Kami mengucapkan terima kasih atas program yang luar biasa ini dengan kata kunci konservasi. Kabupaten Klaten memiliki potensi besar pada komoditas seperti padi, talas, dan uwi, " ucapnya.
"Kami siap mendukung upaya konservasi, sekaligus memastikan pengembangan value chain dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Mas Hamenang berharap program ini tidak hanya menjaga keberlanjutan sumber daya genetik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kedepan kami ingin kegiatan konservasi ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata, sehingga masyarakat dapat merasakan peningkatan kesejahteraan. Mari bersama-sama berbenah untuk menghasilkan produk yang lebih baik dan bermanfaat bagi semua,” ujarnya.
Adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan, diharapkan Program CDCSUI dapat menjadi langkah strategis.
Dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Klaten.
Baca juga: Mobil Operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Diharap Bisa Gaet Warga untuk Bergabung
(*)