KRL Green Line Tanah Abang–Rangkasbitung Terkendala Percikan Api, Penumpang Terlantar Berjam-jam
Feryanto Hadi May 04, 2026 11:19 PM

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Perjalanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung (Green Line) mengalami gangguan pada Senin (4/5/2026) malam. 

Kendala terjadi akibat percikan api pada jaringan listrik aliran atas (LAA), sehingga petugas terpaksa memadamkan aliran listrik demi keselamatan operasional.

Akibat insiden tersebut, arus perjalanan kereta di jalur tersebut belum dapat dilalui untuk sementara waktu.

Penumpang pun menumpuk di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sambil menunggu kepastian dari petugas.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 20.09 WIB, kondisi stasiun dipadati penumpang. Sebagian dari mereka terlihat duduk lesehan, baik di area dalam maupun luar stasiun.

Raut wajah lelah dan gelisah tampak dari para penumpang yang telah menunggu selama berjam-jam setelah beraktivitas seharian. 

Sejumlah penumpang juga terlihat memilih mencari alternatif moda transportasi lain untuk melanjutkan perjalanan.

• KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Terganggu, Penumpang Menumpuk di Stasiun Tanah Abang

Petugas stasiun secara berkala menyampaikan pengumuman bahwa jalur menuju Rangkasbitung masih belum dapat dilalui karena proses perbaikan jaringan listrik yang masih berlangsung.

Arya (30), warga Ciputat, Tangerang Selatan, mengaku harus mengubah rencana perjalanannya akibat gangguan tersebut. Ia biasanya turun di Stasiun Jurangmangu, namun kali ini memilih jalur alternatif.

“Biasanya saya turun di Jurangmangu. Tadi sempat tanya petugas, tapi belum ada kepastian kapan normal lagi. Jadi saya putuskan naik MRT dari Bundaran HI ke Lebak Bulus, habis itu lanjut naik ojek online,” ujar Arya di lokasi.

Sementara itu, Pardi (40), warga Parung Panjang, mengaku telah menunggu selama satu setengah jam tanpa kepastian keberangkatan. Ia tiba di stasiun sekitar pukul 18.00 WIB usai pulang kerja.

“Saya baru balik kerja, sudah 1,5 jam di sini,” ujar Pardi saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi.

Meski kondisi tidak nyaman, Pardi memilih tetap bertahan dan menunggu perbaikan selesai. Ia mengaku enggan beralih ke moda transportasi lain karena khawatir terjebak kemacetan serta biaya yang lebih mahal.

“Kalau mau naik transportasi lain, takut macet,” tambahnya.

Kendala ini terjadi akibat percikan api di jaringan listrik aliran atas (LAA) yang memaksa petugas memadamkan aliran listrik demi keselamatan.

Stasiun Kebayoran Lumpuh

Ribuan pengguna KRL Commuter Line rute Green Line (Tanah Abang–Rangkasbitung) terjebak dalam tumpukan luar biasa di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026) malam.

Gangguan operasional yang fatal ini terjadi akibat jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) di perlintasan Stasiun Jurangmangu–Pondok Ranji tersambar petir saat hujan mengguyur wilayah tersebut.

Pantauan di lokasi pada pukul 18.30 WIB menunjukkan peron satu arah Parung Panjang dan Rangkasbitung penuh sesak oleh lautan manusia dari ujung ke ujung.

Baca juga: Lumpuh Total! Gangguan Listrik di Stasiun Jurangmangu Bikin Penumpang KRL Jalur Hijau Terlantar

Tak hanya di area peron, kepadatan juga meluber hingga lantai atas stasiun, di mana para penumpang tampak kelelahan menunggu keamanan operasional kereta.

Salah satu penumpang, Supardin (25), mengaku sudah tertahan di stasiun sejak pukul 16.30 WIB.

Karyawan swasta yang bekerja di Palmerah ini memilih tetap menunggu meskipun kondisi belum pasti karena keterbatasan pilihan transportasi menuju arah Parung Panjang.

Petugas stasiun secara rutin memberikan informasi setiap lima menit melalui pengerasan suara untuk memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Percikan Api Picu Gangguan Operasional

Di sisi lain, KAI Commuter menyampaikan gangguan operasional terjadi karena adanya percikan api di tiang LAA.

“Untuk keselamatan dan perjalanan Commuter Line dan Jaringan LAA, untuk sementara aliran LAA dimatikan sementara,” ujar Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan saat dikonfirmasi.

Pemadaman ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi risiko lebih besar di jalur kereta.

Perjalanan KRL Tertahan Sejak Sore

Akibat gangguan tersebut, perjalanan KRL di lintas Pondokranji–Sudimara tidak dapat dilalui sejak pukul 16.30 WIB.

Petugas saat ini masih melakukan penanganan di lokasi, meski kondisi cuaca hujan turut menjadi tantangan dalam proses perbaikan.

Rekayasa Perjalanan Diterapkan

Untuk mengurangi dampak keterlambatan, KAI Commuter memberlakukan rekayasa perjalanan sementara.

“Untuk sementara perjalanan Commuter Line dari arah Rangkasbitung/Parung Panjang perjalanannya hanya sampai Stasiun Serpong, sedangkan perjalanan Commuter Line dari arah Tanah Abang perjalanannya hanya sampai Stasiun Kebayoran,” kata Leza.

Langkah ini diambil agar operasional tetap berjalan meski terbatas.

Penumpang Diminta Ikuti Arahan Petugas

KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi serta mengimbau pengguna jasa untuk tetap mengutamakan keselamatan.

Penumpang diminta mengikuti arahan petugas di stasiun dan memantau informasi terkini melalui aplikasi C-Access maupun media sosial resmi KAI Commuter.(m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.