Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menertibkan kabel semrawut di kawasan Danau Sunter, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan di ruang publik.

“Hari ini tim Siap Tanggap Sarana Prasarana (SIGAP) Pemerintah Kota Jakarta Utara melakukan penertiban dan penataan di kawasan Danau Sunter, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara Wawan Budi Rohman di Jakarta, Senin.

Wawan mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta estetika kawasan yang menjadi salah satu ikon ruang publik di Jakarta Utara.

Ia juga menyebut penataan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat dalam menanggapi kondisi di lapangan yang dinilai belum tertata optimal.

"Kami melakukan penataan kabel-kabel yang semrawut. Ada yang dipotong dan ada yang dirapikan serta diikat agar terlihat lebih rapi," kata dia.

Wawan mengatakan tim SIGAP juga melakukan pemangkasan pohon sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi bahaya dari dahan yang rapuh atau menjuntai.

Dirinya mengimbau pengunjung dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar memanfaatkan kantong parkir resmi untuk menghindari praktik pungutan liar.

"Kami telah menyiapkan dua lokasi parkir, yaitu di GOR Sunter yang beroperasi hingga pukul 22.00 WIB dan area ruko Sunter yang melayani parkir selama 24 jam," kata dia.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola rumah toko (ruko) untuk memastikan ketersediaan lahan parkir yang aman dan terjangkau.

"Penggunaan lokasi parkir resmi lebih aman karena memiliki tarif yang jelas dibandingkan parkir liar," kata Wawan.

Menurutnya, tim SIGAP bekerja berdasarkan laporan masyarakat melalui kanal aplikasi JAKI dan media sosial.

Tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dikerahkan setiap hari untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.

Ia berharap, penataan ini dapat mengoptimalkan fungsi sarana umum di kawasan Danau Sunter agar lebih nyaman bagi warga maupun wisatawan.

"Laporan masyarakat menjadi acuan utama kami dalam menentukan prioritas kerja di lapangan," kata Wawan.