Identitas 8 Pelajar SMAN 1 Lebong Hanyut di Sungai Bioa Maceak: 3 Meninggal Dunia, 5 Selamat
Ricky Jenihansen May 05, 2026 01:54 AM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Delapan pelajar hanyut dan terseret arus di aliran Sungai Bioa Maceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya pada Senin (4/5/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Insiden tersebut melibatkan delapan siswa-siswi SMAN 1 Lebong. Dari jumlah itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya berhasil selamat.

Identitas Korban

Berikut identitas lengkap delapan pelajar yang terlibat dalam peristiwa tersebut:

Korban Selamat:

1. Tegar Keanu Al Qayyum (16), pelajar, warga Kelurahan Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara

2. Charisa Nindiya Putri (16), pelajar, warga Kelurahan Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara

3. Najwa Assyifa (16), pelajar, warga Desa Sungai Gerong

4. Salsa Cahya Ramadhani (16), pelajar, warga Desa Garut, Kecamatan Amen (dirawat di RSUD Lebong)

5. Farhan Novendri (16), pelajar, warga Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara

Korban Meninggal Dunia:

1. Hanifah Alvira (17), pelajar, warga Desa Sungai Gerong, Kecamatan Amen

2. Aulia Febriyani (16), pelajar, warga Desa Pangkalan, Kecamatan Uram Jaya

3. Al Fahri Ramadhan (16), pelajar, warga Kelurahan Amen, Kecamatan Amen

Kronologi Kejadian

Data terhimpun wartawan TribunBengkulu.com, kedelapan pelajar yang merupakan siswa kelas XI SMAN 1 Lebong itu diketahui datang ke lokasi pada sore hari untuk bermain dan mandi di aliran sungai.

Saat para pelajar tersebut sedang asik berada di sekitar aliran sungai, kondisi air tiba-tiba berubah. Hujan deras yang terjadi memicu datangnya air bah secara mendadak hingga menyebabkan arus sungai meningkat drastis.

Akibatnya, lima orang pelajar terseret arus sungai. Salah satu korban selamat, Farhan (16), sempat berupaya memberikan pertolongan. Dimana ia berhasil menyelamatkan dua temannya.

Namun naas, tiga orang pelajar lainnya tidak dapat diselamatkan dan hanyut terbawa arus deras. Saat ditemukan pada malam harinya oleh tim evakuasi, ketiga pelajar itu telah meninggal dunia. 

Penanganan dan Pencarian Korban

Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Damkar dan masyarakat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi dan pencarian korban.

Seluruh korban yang berhasil ditemukan kemudian dievakuasi. Korban selamat telah dipulangkan ke rumah masing-masing, sementara satu korban yakni Salsa masih menjalani perawatan intensif di RSUD Lebong.

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, turun langsung memimpin proses pencarian di lokasi kejadian bersama tim gabungan dan warga setempat.

Kapolres Sampaikan Duka dan Imbauan

Kapolres Lebong menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga pelajar dalam peristiwa tersebut.

Pihaknya memberikan dukungan moril kepada keluarga korban agar tetap kuat menghadapi musibah tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. 

"Kami turut berduka cita atas kejadian ini, semoga keluarga bisa tabah dengan musibah tersebut, kita juga berharap kejadian ini yang pertama dan terakhir,"sampai Kapolres. 

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai. Terutama saat kondisi cuaca tidak menentu seperti saat sekarang ini. Jika bisa, Kapolres menghimbau untuk sementara waktu menjauhi kawasan sungai hingga cuaca kembali membaik. 

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di aliran sungai ketika hujan deras atau berpotensi terjadi air bah, karena sangat berbahaya,” himbau Kapolres.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.