Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Satu orang perempuan dan enam orang laki-laki menjadi korban penyiraman air keras di Kampung Gunajaya RT 03/07 Desa Gunajaya, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026) malam. Para korban yang berjumlah tujuh orang tersebut harus mendapat perawatan. Belum diketahui motif pelaku menyiramkan air keras yang diduga masih sefrofesi sebagai kurir ini.
Adapun untuk korban 4 orang dievakuasi ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya karena mengalami luka sedang di beberapa bagian tubuhnya.
Sementara tiga korban lagi dievakuasi ke Puskesmas Cibeureum untuk diberikan penanganan pertama.
Menanggapi hal ini, Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah membenarkan adanya kejadian penyiraman air keras ke beberapa orang hingga harus mendapatkan pertolongan pertama.
"Jadi betul telah terjadi penyiraman air keras di wilayah kami tepatnya di Kampung Gunajaya, dan kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB lebih," ucap AKP Soni dikonfirmasi Tribun.
AKP Soni menjelaskan, untuk motifnya masih didalami, tapi untuk kejadian penyiraman air keras kepada beberapa orang memang betul.
"Pelaku satu orang. Korban ada 7 orang dengan rincian 1 perempuan dan 6 orang laki-laki," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk korban semuanya mengalami luka bakar, ada yang ringan dan sedang. Ada di bagian muka, ada yang di bagian leher, dan ada yang di bagian tangan.
"Sementara mungkin seperti itu. Lebih lanjut untuk kasus ini akan ditangani secara spesifik, secara keseluruhan oleh satreskrim Polres Tasikmalaya Kota," tambah AKP Soni.
Ditanyai lokasi kejadian, ia menuturkan peristiwanya berlokasi di sebuah gudang konveksi di wilayah Manonjaya.
"Saya kebetulan belum ke sana, karena langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban," ucap AKP Soni.
Soal pekerjaan pelaku, ia menegaskan seorang kurir dan para korban pun sama profesinya.
"Yang jelas untuk pelaku penyiraman air keras itu seorang kurir yang suka nganter-nganterin barang. Korbannya juga sama pegawai di sana," katanya.
Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan motif kejadian penyiraman air keras dilakukan satu pelaku terhadap rekannya sendiri. (*)