Jatim Terpopuler: SKU Warga Terbit Padahal Tak Ajukan KUR hingga Ngerinya Tabrakan Truk di Madiun
Ani Susanti May 05, 2026 07:14 AM

Pertama terkait mencuatnya kasus dugaan penyimpangan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bank pelat merah Unit Keboan, Kabupaten Jombang.

Kedua tentang penyandang tuna wicara asal Kampung Kesek Timur, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur yang akhirnya mendapat bantuan dari pemerintah.

Terakhir terkait kecelakaan maut yang terjadi di Simpang Lima Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (4/5/2026).

Berikut selengkapnya:

Baca juga: Jatim Terpopuler: Kematian Kades Buncitan di Kantor hingga Jemaah Haji Lamongan Dipulangkan Mendadak

Padahal Tak Pernah Ajukan KUR, Senadi Warga Ngusikan Kaget SKU Tiba-tiba Terbit Tanpa Izin

Kasus dugaan penyimpangan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bank pelat merah Unit Keboan, Kabupaten Jombang kembali memunculkan temuan baru.

Seorang warga Kecamatan Ngusikan kini mengaku identitasnya digunakan tanpa persetujuan untuk penerbitan dokumen usaha.

Warga Dusun Manunggal Kidul, Desa Manunggal, Senadi, menyatakan tidak pernah mengurus Surat Keterangan Usaha (SKU) maupun memberikan kuasa kepada pihak mana pun terkait penerbitan dokumen tersebut.

Ia mengaku terkejut saat mengetahui adanya SKU atas namanya.

"Tidak pernah mengajukan. Tiba-tiba ada," ucap Senadi saat dikonfirmasi terpisah oleh TribunJatim.com pada Senin (4/5/2026).

Menurutnya, informasi tersebut pertama kali ia peroleh ketika dimintai keterangan oleh penyidik di Kejaksaan Negeri Jombang.

Sebelumnya, ia sama sekali tidak mengetahui adanya dokumen yang mencatut identitasnya.

"Saya sekali tidak tahu ada dokumen yang mencatut nama saya," katanya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Kisah Pasutri Tuna Wicara di Bangkalan Rumahnya Didatangi Menteri, Belum Pernah Tersentuh Bantuan

Aura kebahagiaan terpancar dari wajah Mohammad Sahril, penyandang tuna wicara asal Kampung Kesek Timur, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Rumah tidak layak huni miliknya didatangi langsung Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait pada Minggu (3/5/2026). 

Kehadiran Menteri Maruarar memang menjadi oase bagi Sahril bersama isterinya yang juga penyandang tuna wicara.

Pasalnya, pasutri dengan satu orang anak berusia 3 tahun itu belum pernah sekali pun tersentuh bantuan dari pemerintah, termasuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Sebagaimana disampaikan adik Sahril, Lusiana. 

"Saya mewakili kakak Sahril, kebetulan dia tidak bisa bicara. Selama ini belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan seperti ini, bantuan yang lain (PKH) juga belum. Ini perdana, pertama kali kakak saya mendapatkan bantuan langsung bedah rumah," ungkap Lusiana kepada Tribun Jatim Network. 

Kondisi rumah Sahril pekerja serabutan itu memang jauh dari layak huni, hanya terdiri dari kamar tidur dan dapur berdinding seng dan beralas tanah.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Ngerinya Kecelakaan Truk Tabrak Tiga Motor yang Berhenti di Lampu Merah Madiun, Ada Korban Tewas

Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) maut terjadi di Simpang Lima Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (4/5/2026).

Akibat Laka Lantas tersebut seorang perempuan pengendara Honda Beat meninggal dunia di lokasi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Kota Ipda Deka Purnama Putra menuturkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi, kecelakaan bermula saat truk Hino Dutro nomor polisi W 8366 UT melaju dari arah utara ke selatan di Jalan S. Parman.

Diduga, pengemudi truk dalam kondisi mengantuk sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan saat mendekati simpang lima.

Akibatnya, truk tersebut menabrak tiga sepeda motor yang sedang berhenti di lampu lalu lintas (APILL) yang saat itu menyala merah.

"Ketiga sepeda motor tersebut berhenti karena lampu merah. Truk yang datang dari belakang langsung menabrak," ujar Deka, Senin (4/5/2026).

BACA SELENGKAPNYA >>>

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.