Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Mobil Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan (Disperpus) Kabupaten Maluku Tengah menyambangi sejumlah sekolah di Kecamatan Telutih, Senin (4/5/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau layanan perpustakaan daerah.
Melalui program ini, Pemerintah Daerah Maluku Tengah berupaya menghadirkan akses bacaan bagi siswa di daerah terpencil.
Mobil perpustakaan tersebut dilengkapi berbagai koleksi buku, mulai dari bacaan umum, novel, hingga buku bergambar yang diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak-anak.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 5 Mei 2026: Sepanjang Hari Cerah Berawan
Baca juga: Aniaya Lansia, Oknum Brimob Divonis 5 Bulan Penjara, Keluarga Korban Kecewa
Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Pustaka Disperpus Maluku Tengah, Risa Karmini, mengatakan pihaknya menyasar sekolah-sekolah yang belum sempat dikunjungi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Beberapa sekolah dan desa yang kami kunjungi kali ini memang belum tersentuh layanan perpustakaan keliling sebelumnya,” ujarnya.
Adapun sekolah yang dikunjungi antara lain SD Kristen Lafa, SMP Kristen Lafa, dan SMP Negeri 123 Maluku Tengah di Negeri Lafa. Selain itu, tim juga menyambangi SD Negeri 269 Maluku Tengah di Negeri Yamalatu serta SMP Negeri 102 Maluku Tengah di Negeri Maneoratu.
Kehadiran perpustakaan keliling disambut antusias oleh para guru dan siswa. Mereka berharap layanan ini dapat dilakukan lebih rutin.
“Kalau bisa, kegiatan seperti ini hadir setiap dua atau tiga bulan sekali,” ujar salah satu guru.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh siswa. Ketua OSIS SMP setempat, Ratu Abigail Tamala, mengaku senang dengan kehadiran layanan tersebut.
“Kami sangat terbantu karena bisa menambah ilmu melalui buku-buku yang dibawa perpustakaan keliling,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 123 Maluku Tengah, E.R Serumena, mengakui minat baca siswa masih perlu ditingkatkan. Namun, kehadiran perpustakaan keliling mampu membangkitkan antusiasme baru.
“Karena ini hal baru bagi mereka, siswa jadi lebih tertarik membaca. Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini,” ujarnya.(*)