Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog Nabire di Provinsi Papua Tengah memberikan jaminan terkait ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat di wilayah Provinsi Papua Tengah.
Berdasarkan pemantauan terbaru, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada pada posisi aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di lima kabupaten dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis, mengatakan, saat ini ketersediaan beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai kurang lebih 1.800 ton.
Baca juga: Distan Jayawijaya Kirim 2 Traktor Demi Penguatan Swasembada Pangan di Usilimo
Jumlah ini sangat mencukupi untuk menjaga stabilitas pangan dan memenuhi permintaan pasar di wilayah cakupan kerja Bulog Nabire.
Menurut Abdul Aziz, cadangan sebanyak 1.800 ton tersebut diproyeksikan mampu bertahan hingga 3 bulan ke depan.
Hal ini memberikan napas lega bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga pangan yang tidak stabil.
"Stok yang ada saat ini sekitar 1.800 ton. Dengan jumlah tersebut, ketahanan pangan kita, khususnya beras, berada di posisi aman hingga tiga bulan mendatang," ujar Abdul Azis kepada awak media, di Gudang beras Bulog, Nabarua Bawah, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa, (5/5/2026).
Baca juga: Klaim Jaminan Kematian bagi Aparatur RT/RW Kelurahan Bhayangkara Jayapura Diserahkan
Adapun lima kabupaten yang menjadi fokus penyaluran dari gudang Bulog Nabire meliputi, Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Intan Jaya.
Sementara untuk proses pendistribusian beras ke wilayah-wilayah pegunungan menurut dia, berjalan relatif stabil.
Abdul menjelaskan seperti, pengiriman ke Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai tetap berjalan lancar melalui jalur darat.
Baca juga: Pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan Siap Eksekusi Fisik Tahun Ini
Namun, Bulog tidak memungkiri adanya tantangan besar dalam menyuplai beras ke Kabupaten Intan Jaya.
Berbeda dengan kabupaten lainnya, akses menuju Intan Jaya sepenuhnya bergantung pada moda transportasi udara.
"Untuk Intan Jaya memang sedikit lebih sulit dan memerlukan perhatian khusus karena distribusinya harus melalui udara," ujarnya.
Ketergantungan pada pesawat terbang membuat distribusi ke Intan Jaya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan ketersediaan jadwal penerbangan cargo.
Baca juga: Optimalisasi Perlindungan Pekerja, Pemprov Papua Kejar Target Universal Coverage
Meski demikian, Abdul bilang mereka berkomitmen untuk terus memprioritaskan pengiriman ke wilayah tersebut guna mencegah terjadinya kelangkaan pangan.
Dengan stok yang mumpuni, dia berharap dapat terus menekan angka inflasi di daerah dan menjaga daya beli masyarakat.
Selain memastikan stok fisik tersedia, menurut Abdul, pihaknya juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memonitoring berkala terhadap stok maupun harga beras di pasar-pasar lokal agar masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau.(*)