BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Ronald Sinaga alias Bro Ron Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipukuli orang di Menteng, Jakarta Pusat.
Kabar pemukulan terhadap Bro Ron diketahui setelah videonya diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni dalam akun Instagram resminya @ahmadsahroni88 pada Selasa (5/5/202).
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berbaju krem mengajak bicara Ronald. Namun, Ronald tampak menghindari pria itu.
Tiba-tiba seorang pria lain berbaju hitam memukul wajah Bro Ron. Pria berbaju krem pun terlihat menghampiri Ronald.
Baca juga: Gubernur Babel Puas Sidak ke Kantor Dinkes Diservis Makan Empek-Empek
Mereka terlihat hendak menyerang Ronald. Namun, aksi beberapa orang yang ada di lokasi segera melerai ketiga pria itu.
Dalam video itu juga terlihat satu aparat TNI yang ikut melerai.
"Saya minta tolong perhatian @kapoldametrojaya @divisihumaspolri @polsekmetromenteng_official" demikian tulis keterangan dalam unggahan Ahmad Sahroni.
Saat dikonfirmasi Kompas.com, Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Menteng.
"Benar ada kejadian seperti di video. Pak Ronald sudah membuat laporan Polisi," ujar Braiel saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa.
Braiel mengatakan petugas Polsek Menteng sudah mengantarkan Ronald untuk melakukan visum. Selain itu Ronald dan dua orang saksi kejadian sudah dimintai keterangan.
Sedangkan dua pelaku sudah ditangkap polisi.
"Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut," kata Braiel.
Namun polisi belum menjelaskan kronologi dan penyebab Bro Ron dipukul oleh dua pelaku.
Melansir dari Wikipedia, Ronald Aristone Sinaga lahir sekitar tahun 1977 di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.
Ia adalah seorang politikus, eksekutif perusahaan, dan kreator konten asal Indonesia.
Ia aktif di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum partai tersebut.
Ronald juga dikenal atas keterlibatannya dalam pengungkapan dugaan penyelewengan dana publik.
Ia menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat, termasuk studi sarjana dan pascasarjana di University of Illinois at Urbana-Champaign.
Sebelum aktif dalam dunia politik, Ronald memiliki pengalaman profesional di berbagai sektor.
Ia pernah menjabat sebagai eksekutif di sejumlah perusahaan media, antara lain di PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7), PT Net Mediatama Televisi (NET TV), dan PT Link Net Tbk.
Di awal kariernya, ia juga pernah bekerja sebagai perawat dan salesman mobil.
Selain bekerja di sektor swasta, Ronald juga aktif sebagai kreator konten di berbagai platform digital.
Ronald bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2024 dari daerah pemilihan Jawa Barat V.
Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua I PSI Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat.
Pada tahun 2025, ia mendaftarkan diri sebagai kandidat Ketua Umum PSI.
Ia menjadi pendaftar pertama dan mendapat dukungan dari enam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta 36 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI, melebihi jumlah dukungan minimal yang dipersyaratkan.
Ketua Umum PSI saat itu, Kaesang Pangarep, disebut sempat menantangnya untuk maju sebagai calon dalam kontestasi kepemimpinan partai.
Akhirnya kontestasi itu dimenangkan Kaesang dan Bro Ron menjadi Waketum PSI.
Ronald tergolong politisi yang vokal.
Ronald terlibat dalam pelaporan dugaan penyimpangan dana bantuan pendidikan.
Ia mengungkap adanya potensi penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pihak sekolah, dengan estimasi dana sebesar Rp 2 miliar yang berhasil diselamatkan.
Ia juga aktif menyoroti isu terkait penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).[2]
Salah satu aksinya yang sempat menarik perhatian publik adalah saat ia memviralkan baliho milik politikus Adian Napitupulu.
(Surya.co.id/Tribunnews/Bangkapos.com)