Teluk Siaga Tinggi! Iran Kirim 19 Rudal ke UEA, Situasi Mencekam hingga Sekolah Pindah Daring
Galuh Palupi May 05, 2026 01:12 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Ketegangan negara-negara di kawasan teluk meningkat setelah Iran menetapi janjinya mengirim serangan ke Uni Emirat Arab (UEA).

Pada Senin (4/5/2026), Iran meluncurkan 19 rudal dan drone ke arah UEA yang langsung ditanggapi dengan pengaktifan sistem pertahanan udara oleh UEA.

Serangan yang dikirim dari Teheran sendiri terdiri dari rudal balistik, rudal jelajah, dan kendaraan udara tanpa awak (UAV).

Sementara itu pihak UEA sendiri telah melaporkan sistem pertahanan mereka telah menghalau 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 UAV yang diluncurkan Iran.

Akibat serangan ini, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka.

IRAN SERANG UEA - Eskalasi militer dilakukan Iran menyerang sejumlah titik di UEA. (Tribunnews.com/tangkapan layar/X @sozunozutv)

Sumber yang dikutip CNN menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel digunakan untuk membantu mencegat proyektil di wilayah udara UEA. CNN telah meminta tanggapan resmi dari Kementerian Luar Negeri UEA terkait laporan tersebut.

Baca juga: Lolos Blokade AS, Kapal Supertanker Iran Kini Berlayar Menuju Kepulauan Riau Bawa Minyak Mentah

Axios sebelumnya melaporkan bahwa Israel secara diam-diam telah mengerahkan Iron Dome untuk membantu UEA, yang dinilai mencerminkan semakin eratnya hubungan kedua negara sejak menjalin hubungan diplomatik sekitar enam tahun lalu.

Hingga kini, situasi di kawasan Teluk masih berada dalam kondisi siaga tinggi di tengah eskalasi serangan lintas negara.

UEA Alihkan Sekolah ke Pembelajaran Daring

Sekolah-sekolah di Uni Emirat Arab (UEA) kembali beralih ke sistem pembelajaran jarak jauh setelah adanya serangan terbaru yang dikaitkan dengan Iran di kawasan Teluk.

Kementerian Pendidikan UEA dalam pernyataannya menyebut bahwa seluruh sekolah dan taman kanak-kanak akan menjalankan pembelajaran secara daring mulai Selasa hingga Jumat “demi keselamatan siswa serta seluruh pihak yang bekerja di sektor pendidikan.”

“Situasi saat ini akan dievaluasi kembali pada Jumat, 8 Mei 2026, jika diperlukan perpanjangan periode,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Kebijakan ini diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional yang kembali memengaruhi aktivitas masyarakat sipil, termasuk sektor pendidikan.

Sebelumnya, banyak sekolah dan universitas di kawasan Teluk, termasuk UEA, juga sempat beralih ke pembelajaran daring ketika konflik mulai pecah pada akhir Februari.

Qatar bahkan lebih awal menerapkan kebijakan serupa pada hari pertama pecahnya pertempuran.

Hingga kini, otoritas pendidikan di UEA masih terus memantau situasi keamanan dan menyesuaikan kebijakan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Reaksi Arab Saudi

Baca juga: Rudal Iran Incar Uni Emirat Arab, Teheran Ancam Jadikan Abu Dhabi Hancur Layaknya Tel Aviv

Arab Saudi menyuarakan keprihatinannya atas eskalasi yang terjadi di kawasan itu setelah serangan Iran terhadap kapal-kapal Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirat Arab (UEA), Senin (4/5/2026).

KABAR SELAT HORMUZ - Kapal induk Amerika Serikat, USS Dwight D Eisenhower melewati Selat Hormuz menuju perairan Teluk beberapa waktu lalu. Hari ini Iran mengumumkan kembali pembukaan Selat Hormuz.
KABAR SELAT HORMUZ - Kapal induk Amerika Serikat, USS Dwight D Eisenhower melewati Selat Hormuz menuju perairan Teluk beberapa waktu lalu. Hari ini Iran mengumumkan kembali pembukaan Selat Hormuz. (Tribunnews.com/CENTCOM)

Uni Emirat Arab, sekutu utama Amerika, mengatakan telah diserang oleh Iran untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata yang rapuh diberlakukan pada awal April 2026.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan bahwa pertahanan udara Emirat mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari Iran pada hari Senin, mengakibatkan tiga orang mengalami luka sedang.

Sementara itu, militer AS mengatakan dua kapal dagang berbendera Amerika telah berhasil melewati Selat Hormuz pada hari Senin sebagai bagian dari inisiatif baru.

Jenderal militer AS tertinggi untuk Timur Tengah mengatakan, Iran telah melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal Angkatan Laut AS dan kapal-kapal komersial pada Senin pagi, sebelum pasukannya membalas tembakan dan menghancurkan enam perahu kecil Iran.

Dalam tanggapannya, Arab Saudi mendesak agar semua pihak menahan diri dan menggunakan diplomasi.

“Kerajaan Arab Saudi prihatin dengan peningkatan eskalasi militer saat ini di kawasan tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan, Senin, dilansir Al Arabiya.

Arab Saudi menyerukan dukungan terhadap upaya mediasi Pakistan dan mendesak agar semua pihak menahan diri untuk mencegah ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan tersebut.

Kerajaan Arab Saudi juga menyatakan bahwa perlu untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz tanpa batasan apa pun.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa kondisi dan status jalur air tersebut perlu dikembalikan seperti sebelum perang AS-Israel di Iran, yang dimulai pada 28 Februari 2026. (Tribun Style/Tribunnews/Glery Lazuardi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.