Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO – Suasana panik mendadak menyelimuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo), Selasa (5/5/2026) pagi.
Belasan siswa kelas XI tiba-tiba pingsan, bahkan beberapa di antaranya mengalami muntah hingga kejang usai menyantap kue ulang tahun milik teman sekelas.
Tak lama, suara raungan ambulance datang. Tak hanya satu, namun beberapa ambulance milik Public Safety Center (PSC) 119 Ponorogo datang ke lokasi.
Para siswa yang lemas tersebut kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo di Jalan dr Sutomo, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kejadian sekitar pukul 09.00 WIB itu sempat membuat guru dan siswa lain kebingungan.
Tak hanya siswa yang di sekolah saja yang bingung.
Baca juga: 5 Siswa di Kediri Masih Dirawat usai Muntah-muntah & Sakit Perut, Diduga Keracunan MBG
Warga yang melihat ambulans keluar masuk sekolah yang terletak di Jalan Batoro Katong, Kelurahan Nologaten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim juga dibuat bingung.
“Ada apa lo mbak? Banyak ambulans keluar masuk sekolah. Kasus apa?,” tanya salah satu warga, Andika Mawar Sari.
Namun, insiden yang tampak mencekam tersebut ternyata bukan kejadian nyata, melainkan bagian dari simulasi penanganan keracunan massal yang digelar tim medis untuk menguji kesiapsiagaan dalam situasi darurat.
“Simulasi ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak terhadap situasi darurat,” ungkap Kepala SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Sugeng Riyadi, Selasa.
Menurutnya, simulasi ini tidak hanya untuk tim medis, ini juga sangat bermanfaat bagi siswa maupun guru di SMA Muhipo. Persiapannya pun cukup singkat, hanya sekitar satu hari.
Salah satu siswi, Icha Auliya Zahrani, mengaku sempat terkejut dengan kejadian tersebut. Ia mengira insiden itu benar-benar terjadi.
“Tadi kaget saat teman-teman merayakan ulang tahun, tiba-tiba ada yang pingsan dan merintih kesakitan. Kira-kira ada 15 siswa. Ternyata hanya simulasi,” bwbernya..
Sementara itu, Humas RSU Aisyiyah Ponorogo, Arbain, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya evaluasi kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kasus keracunan massal.
“Ini untuk mengecek kesiapsiagaan tenaga medis dalam menangani peristiwa darurat,” papar Arbain kepada Tribunjatim.com.
Selain itu, kata dia, masyarakat umum juga diharapkan lebih sigap apabila menemukan kasus serupa. “Bisa langsung kontak rumah sakit,” pungkasnya.