Serangan Brutal Iran Diklaim Hancurkan Kapal Perang AS, Anak Buah Trump Panik
Noval Andriansyah May 05, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Iran - Serangan brutal Iran diklaim hancurkan kapal tempur Amerika Serikat (AS), di sisi lain AS lontarkan klaim palsu, jadi sorotan dalam eskalasi terbaru di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan ini kembali memunculkan versi cerita yang saling bertolak belakang dari kedua pihak.

Di satu sisi, Iran mengklaim berhasil melancarkan serangan presisi yang menyasar kapal perang milik Amerika Serikat di Laut Arab. Serangan itu disebut sebagai respons atas kehadiran militer AS di wilayah yang dianggap sensitif.

Namun di sisi lain, Washington justru lebih dulu menyampaikan klaim berbeda. Mereka menyebut telah menargetkan kapal cepat milik Iran dalam operasi militer di kawasan tersebut. Tetapi, klaim itu dituding sebagai bentuk kepanikan AS.

Dikutip dari Tribunnews.com, perbedaan narasi ini memicu polemik, karena masing-masing pihak bersikeras dengan versinya sendiri. Iran bahkan menilai klaim AS tidak sesuai fakta di lapangan.

Baca juga: Iran Gempur Israel! UEA Cegat Gelombang Rudal dan Drone Pakai Teknologi Laser

Situasi makin memanas setelah muncul laporan adanya korban sipil dalam insiden tersebut. Iran menuding serangan AS justru salah sasaran dan mengenai kapal kargo warga.

Iran Klaim Hantam Kapal Perang AS

Sementara itu, IRGC mengumumkan keberhasilan mereka meluncurkan serangan rudal jelajah jarak jauh yang menyasar kapal perang AS di kawasan Laut Arab.

Serangan mematikan ini disebut-sebut sebagai balasan telak Teheran terhadap kehadiran militer AS di wilayah tersebut.

Pihak Iran mengklaim rudal-rudal mereka meluncur dengan presisi tinggi dan tepat mengenai sasaran.

"Rudal jarak jauh kami telah berhasil mengenai target di Laut Arab," bunyi pernyataan resmi militer Iran, mengutip RT.

Langkah berani ini diambil IRGC sebagai bagian dari operasi besar-besaran untuk mengusir kekuatan asing yang dianggap mengganggu kedaulatan perairan regional.

Hingga kini, pihak Pentagon belum memberikan keterangan resmi terkait seberapa parah kerusakan yang dialami kapal perang mereka atau apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, Washington sebelumnya sudah mewanti-wanti akan membalas setiap serangan yang mengancam keselamatan personel mereka di Timur Tengah.

Dituding Lontarkan Klaim Palsu

Pihak militer Iran secara tegas membantah klaim Amerika Serikat (AS) yang menyatakan telah menembak kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sebaliknya, Teheran menuduh militer AS melakukan tindakan kriminal dengan menyerang kapal kargo sipil.

"Setelah militer AS melontarkan klaim palsu bahwa mereka menargetkan enam kapal cepat Iran, kami melakukan investigasi lapangan."

"Hasilnya, tidak ada satu pun kapal tempur IRGC yang terkena serangan," ujar sumber tersebut, dikutip Selasa (5/5/2026).

Investigasi lokal menunjukkan bahwa kapal yang menjadi sasaran adalah kapal pengangkut logistik masyarakat yang tengah berlayar dari Khasab, Oman, menuju pesisir Iran.

Tragisnya, serangan tersebut dilaporkan menewaskan lima penumpang sipil.

Pihak Iran mengecam keras insiden ini dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari Amerika Serikat.

"Ini adalah kejahatan nyata. AS harus bertanggung jawab atas nyawa warga sipil yang hilang," tegas sumber tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa klaim sepihak AS ini merupakan bentuk kepanikan.

Menurutnya, militer AS dihantui "mimpi buruk" atas kelincahan operasi kapal-kapal cepat IRGC di wilayah strategis tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya berhasil melumpuhkan sejumlah kapal cepat Iran di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim serangan tersebut dilakukan menggunakan helikopter tempur.

Operasi ini disebut-sebut sebagai bagian dari "Project Freedom" yang diusung pemerintahan Trump.

Namun, istilah tersebut diejek oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menjulukinya sebagai "Proyek Kebuntuan".

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.