Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pengusaha mendorong pemerintah menjajaki kerjasama dengan negara-negara muslim untuk menjadi konsumen ekspor tepung tapioka Lampung.
Hal itu diungkapkan CEO Intan Group, Jeremy Gozal seusai pihaknya melepas ekspor sebanyak 3.330 ton tepung tapioka senilai Rp 26 miliar ke Fujuan Xiamen, Tiongkok, Selasa (5/5/2026).
Jeremy Gozal mengakui Tiongkok adalah pasar tapioka terbesar di dunia, namun persaingan harga di sana sangat ketat.
"China itu pasar tapioka terbesar di dunia, semua produsen masuk ke sana, jadi kita bersaing pahit di sana," ujar Jeremy Gozal, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa harga jual tapioka di Tiongkok saat ini berada di angka 510 dolar AS per metrik ton, yang menurutnya merupakan harga paling rendah dibandingkan potensi pasar lainnya.
Baca juga: Pecah Kendi di Pelabuhan Panjang Penanda Ekspor 3.330 Ton Tapioka Lampung ke Tiongkok
Sebagai perbandingan, Jeremy mengungkapkan bahwa pasar Bangladesh menawarkan harga yang jauh lebih tinggi dan menguntungkan bagi pengusaha yakni mencapai 710 dolar AS per metrik ton.
Selain itu, Korea Selatan juga dibidik sebagai tujuan ekspor lantaran memiliki perkiraan harga yang lebih baik dari tiongkok yakni 560 dolar AS per metrik ton.
"Ke depannya saya berharap kita cari segmen yang pasarnya lebih empuk lah dibanding pasar China, target terdekat kita Korea Selatan, lalu negara-negara Muslim seperti Bangladesh, Pakistan, dan India," tuturnya.
Meski begitu, Jeremy juga mengapresiasi peran besar Pemerintah Provinsi Lampung yang telah mendorong pengusaha lokal untuk berani menembus pasar internasional.
"Pak Gubernur menekankan kepada kami para pengusaha untuk cari pasar ekspor, dan ekspor perdana kami ini adalah 'produk' dari arahan Pak Gubernur sendiri," kata Jeremy.
Jeremy menyampaikan terima kasih karena Pemerintah Provinsi Lampung telah memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi segala kebutuhan para pelaku usaha ekspor.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)