Minyakita Bebas Dijual di Atas HET, DPRD Riau Sebut Diduga Ada 'Permainan' Supplier
Muhammad Ridho May 05, 2026 09:30 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi II DPRD Riau, Ikbal Sayuti, menyoroti maraknya penjualan minyak goreng merek Minyakita yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ikbal menyebut, berdasarkan ketentuan pemerintah, harga Minyakita seharusnya dijual Rp15.700 per liter.

Namun di lapangan, ditemukan harga yang melampaui batas tersebut bahkan banyak dijual diatas Rp20.000.

"Karena di komisi kami yang membidangi perdagangan, ini sebenarnya ada permainan. Harga itu kan sudah ditetapkan di HET Rp15.700," ujar Ikbal.

Ia menduga adanya peran oknum tertentu, khususnya di level penyuplai atau supplier, yang menyebabkan harga melambung.

Menurutnya, pedagang di tingkat bawah kemungkinan hanya menjual sesuai harga yang mereka terima dari distributor.

“Ada pemainnya ini, mungkin di level supplier. Apalagi sebagian diduga berasal dari luar daerah (cross border), sehingga memengaruhi harga di pasaran," jelasnya.

Ikbal menambahkan, kondisi kelangkaan barang turut memicu kenaikan harga. Secara hukum ekonomi, ketika pasokan terbatas sementara permintaan tinggi, maka harga cenderung naik. Namun demikian, ia menegaskan bahwa Minyakita tetap harus dijual sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau memang ada pelaku yang menjual di atas HET, silakan laporkan ke kami. Ini bisa dikenakan sanksi, baik kepada supplier maupun penjual," tegasnya.

Komisi II DPRD Riau juga akan segera menggelar rapat lanjutan bersama Dinas Perdagangan Provinsi Riau guna mencari solusi atas persoalan ini.

Dalam rapat tersebut, DPRD akan meminta penjelasan terkait distribusi Minyakita serta langkah konkret untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga di masyarakat.

“Dalam waktu dekat kami akan rapat lagi. Kami sudah minta agar Dinas Perdagangan diundang untuk membahas solusi agar persoalan Minyakita ini tidak mengganggu masyarakat,"jelasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.