Kisah Aqeela, Gadis Pemalu Jawara Lomba Gambar Bercerita FLS3N Beltim 2026
Asmadi Pandapotan Siregar May 05, 2026 10:24 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Suasana temaram di belakang Auditorium Zahari MZ, Desa Padang, Manggar, Selasa (5/5/2026), menjadi saksi ketekunan seorang gadis kecil bernama Aqeela Althafunnisa Wijaya (11). Di tengah gemuruh musik lomba tari di panggung utama, siswi kelas 5 SDN 8 Gantung itu larut dalam dunianya sendiri, menggoreskan krayon dan pensil warna di atas kertas putih.

Ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2026 menghadirkan lomba gambar bercerita dengan konsep unik. Para peserta harus tetap berkonsentrasi menggambar di tengah keramaian aktivitas lomba lainnya.

Mengusung tema lingkungan, “Apa yang akan kamu lakukan jika lingkungan sekitarmu rusak?”, Aqeela menuangkan pesan kuat melalui karyanya. Ia menggambarkan aksi reboisasi, membersihkan sampah, hingga upaya memulihkan sungai yang tercemar.

“Gambarnya untuk mengajak teman-teman melakukan reboisasi dan membersihkan sampah di lingkungan ataupun sungai yang tercemar,” ujar Aqeela. 

Tak ada yang menyangka pesan itu lahir dari tangan seorang gadis yang sebenarnya sangat pemalu. Saat diajak berbincang, Aqeela lebih banyak menunduk atau menoleh ke arah ayahnya, Alex Wijaya (42), yang setia mendampinginya sejak pagi.

Alex menceritakan bahwa bakat putri sulungnya ini memang sudah terlihat sejak balita. Dulu, dinding rumah sering menjadi pelampiasan coretan-coretan Aqeela kecil.

"Kalau buat gambar-gambar sebenarnya dari kecil sudah suka coret-coret ya. Cuman buat ikut lomba gambar, dia emang selalu ikut," ucap Alex.

DUKUNGAN KELUARGA - Aqeela Althafunnisa Wijaya (11) berfoto bersama keluarganya usai berhasil meraih Juara 1 cabang Gambar Bercerita pada FLS3N jenjang SD/MI tingkat Kabupaten Belitung Timur di Auditorium Zahari MZ, Selasa (5/5/2026). Prestasi ini diraih Aqeela lewat karyanya yang mengusung pesan pelestarian lingkungan serta reboisasi, dan mengantarkannya melaju sebagai wakil daerah ke tingkat provinsi.
DUKUNGAN KELUARGA - Aqeela Althafunnisa Wijaya (11) berfoto bersama keluarganya usai berhasil meraih Juara 1 cabang Gambar Bercerita pada FLS3N jenjang SD/MI tingkat Kabupaten Belitung Timur di Auditorium Zahari MZ, Selasa (5/5/2026). Prestasi ini diraih Aqeela lewat karyanya yang mengusung pesan pelestarian lingkungan serta reboisasi, dan mengantarkannya melaju sebagai wakil daerah ke tingkat provinsi. (Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha)

Menariknya, selera Aqeela ternyata terus mengalami perkembangan. Jika dulu ia lebih senang menggambar pemandangan alam, kini ia mulai bereksperimen pada gaya anime yang sedang digandrungi anak-anak zaman sekarang.

Hampir empat jam Aqeela bergelut untuk menyempurnakan karyanya. Hingga saat jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB, kertas gambarnya pun diserahkan ke meja juri untuk dinilai.

Momen penilaian ini cukup untuk membuat sang ayah merasa gugup.

Alex pun bercerita bahwa keikutsertaan Aqeela tahun ini adalah misi pembalasan. Pasalnya, tahun lalu Aqeela harus puas menempati posisi kedua.

Meski begitu, Alex mengaku tak pernah memberikan tekanan berlebih pada anaknya. Ia paham betul karakter Aqeela yang butuh arahan tanpa harus merasa terbebani.

"Dia kan masih anak-anak ya, masih perlu arahan dan bimbingan. Mungkin di situ saja kontrolnya. Kalau buat kemauan gambar apa, itu keinginan dialah sendiri," ungkapnya. 

Waktu tunggu terasa begitu lama hingga akhirnya pengumuman pemenang dibacakan pada pukul 14.30 WIB. Saat nama Aqeela Althafunnisa Wijaya dipanggil sebagai peraih Juara 1, sang ayah langsung tersenyum lebar, sementara Aqeela tetap berekspresi datar. 

Saat ditanya bagaimana rasanya menjadi juara pertama, jawabannya singkat. 

"Senang, biasa saja," ujarnya. 

Adapun kemenangan ini membawa Aqeela ke level yang selanjutnya. Ia akan mewakili Belitung Timur melaju ke tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Alex berharap kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi Aqeela untuk terus mengasah bakatnya tanpa kehilangan kegembiraan dalam menggambar. Alex berpendapat bahwa prestasi adalah bonus, namun pertumbuhan Aqeela adalah yang utama.

"Harapannya ya semoga di provinsi nanti bisa memberikan yang terbaik saja," tutup Alex. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.