Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Suara dentuman di tengah laut itu datang begitu cepat, nyaris tanpa aba-aba. Kapal nelayan kecil yang tengah mencari ikan tiba-tiba dihantam kapal kargo yang melintas di perairan Lampung Selatan.
Dalam hitungan detik, suasana berubah jadi kepanikan. Para awak kapal berusaha menyelamatkan diri di tengah gelapnya dini hari.
Tiga orang berhasil bertahan, tapi satu orang lainnya hilang setelah insiden tersebut. Hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui.
Keluarga korban pun menunggu dengan cemas. Harapan agar korban ditemukan dalam kondisi selamat masih terus ada, meski waktu terus berjalan sejak kejadian.
Tim SAR gabungan langsung bergerak begitu laporan diterima. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi tabrakan, dengan fokus pada titik terakhir korban terlihat.
Baca juga: Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Kargo di Lampung Selatan, Satu ABK Hilang
Peristiwa ini kembali mengingatkan betapa rentannya kapal-kapal nelayan saat berhadapan dengan kapal besar di jalur yang sama. Terlebih jika kejadian terjadi saat visibilitas terbatas seperti dini hari.
Hingga kini, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian satu anak buah kapal (ABK) kapal motor (KM) Bima (kapal nelayan untuk mencari ikan) yang tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepala Pos SAR Bakauheni Lampung Selatan Rezie Kuswara mengatakan, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap satu penumpang anak buah kapal nelayan ikan yang tenggelam.
"Korban atas nama Ajum (53) laki-laki, warga Perumahan Bama Hilir Kecamatan Pagelaran- Pandenglang," ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Kansar Lampung menerima informasi dari Polairud Pandegelang sekitar pukul 12.40 WIB.
Pasca informasi itu Tim Rescue Pos Sar Bakauheni bergerak menuju LKP pukul 13.00 WIB, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 Jam 10 Menit.
Ia pun menjelaskan kronologi peristiwa kecelakaan kapal tersebut.
"Kapal KM Bima Suci pergi untuk mencari ikan di perairan Merak Belantung pada 4 Mei sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika dalam perjalanan, kapal mereka ditabrak oleh kapal kargo (5/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB," ujarnya.
Lokasi tabrakan diprediksi berada di koordinat 5°42'9.30"S-105°28'19.90"T Jarak Lurus 19.51 Nm Radial 300° Arah Barat Barat Laut dari POS SAR Bakauheni
Ia mengatakan terdapat 4 orang dalam kapal tersebut.
Pasca tabrakan 3 orang berhasil selamat, sementara 1 orang ABK masih hilang.
Kalori (nakhoda), laki-laki, warga Bandongan, Desa Teluk.
Uyut, laki-laki warga Kalumpang Laruan.
Herman, laki-laki, warga Cilurah Desa Carita
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )