SURYA.CO.ID - Sebagai manusia, kita tidak luput dari kesalahan dan dosa.
Dalam ajaran Islam, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar.
Salah satu cara terbaik untuk memohon ampunan adalah melalui sholat sunnah tobat dan membaca doa tobat.
Berikut tata cara sholat tobat, bacaan niat, hingga doa setelah sholat sesuai sunnah agar tobat kita menjadi taubatan nasuha.
Sholat Tobat adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan dengan tujuan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat, baik dosa kecil maupun dosa besar.
Melaksanakan sholat ini merupakan bentuk penyesalan yang sungguh-sungguh dari seorang hamba.
Sholat ini bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam.
Namun, para ulama menyarankan untuk melaksanakannya pada waktu sepertiga malam terakhir, berbarengan dengan sholat tahajud, karena waktu tersebut adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.
Catatan: Hindari melakukan sholat ini pada waktu yang diharamkan (seperti setelah sholat Subuh hingga matahari terbit atau setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam).
Sholat taubat dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tata cara yang sama seperti sholat sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya:
1. Niat Sholat Taubat
Niat dilakukan di dalam hati. Jika ingin dilafalkan, berikut bacaannya:
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Gerakan Sholat
Rakaat Pertama: Takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, dan surat pendek (disarankan Al-Kafirun).
Rakaat Kedua: Membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disarankan Al-Ikhlas).
Lakukan ruku, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud dengan tumakninah hingga salam.
Setelah salam, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar. Salah satu bacaan istighfar yang paling utama adalah Sayyidul Istighfar.
Sayyidul Istighfar (Pemimpin Istighfar)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'udzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku di atas janji-Mu dan ikrar-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau."
Agar taubat kita benar-benar diterima, para ulama menyebutkan ada tiga syarat utama: