Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan 22 Orang Jelang Gencatan Senjata, Ini Kata Zelensky
Glery Lazuardi May 06, 2026 02:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Serangan militer Rusia di Ukraina menewaskan sedikitnya 22 orang saat tenggat usulan gencatan senjata dari Kyiv semakin dekat.

Korban terbesar terjadi di kota Zaporizhzhia, di mana sedikitnya 12 orang tewas dan 16 lainnya luka-luka akibat serangan yang menghantam kawasan permukiman, bengkel, dan fasilitas umum.

Serangan tersebut juga memicu kebakaran di sejumlah bangunan.

Zelensky: Rusia Gempur Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut lima orang lainnya tewas di kota garis depan Kramatorsk setelah tiga bom udara dijatuhkan Rusia.

Ia memperingatkan jumlah korban masih bisa bertambah.

Selain itu, lima korban jiwa juga dilaporkan akibat serangan terhadap fasilitas produksi gas di wilayah Poltava.

Serangan terjadi di tengah usulan Ukraina untuk menerapkan gencatan senjata tanpa batas waktu yang dijadwalkan mulai tengah malam.

Kyiv mendesak Moskow untuk membalas langkah tersebut demi membuka peluang perdamaian.

Namun, Rusia justru mengumumkan gencatan senjata terbatas pada 8–9 Mei, bertepatan dengan peringatan kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.

Baca juga: Serangan Drone Ukraina Sasar PLTN Zaporizhzhia dan Pelabuhan Minyak Rusia

Respons Volodymyr Zelensky

Volodymyr Zelensky mengecam serangan Rusia tersebut. 

“Serangan itu menghantam langsung pusat kota dan menargetkan warga sipil,” ujar Zelensky. Dia menilai langkah Rusia tidak konsisten, karena tetap melancarkan serangan besar sambil menawarkan penghentian sementara operasi militer.

“Tidak masuk akal menghentikan serangan hanya untuk parade militer sementara serangan terus berlangsung,” tegasnya.

Korban dari Pihak Rusia

Di sisi lain, Rusia melaporkan dua orang tewas akibat serangan drone Ukraina di wilayah Chuvashia. Serangan tersebut juga berdampak pada fasilitas energi, termasuk kilang minyak di Kirishi yang dilaporkan mengalami kerusakan dan menghentikan operasional.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun ini masih jauh dari penyelesaian.

Meski upaya gencatan senjata kembali muncul, eskalasi serangan di kedua pihak menunjukkan jalan menuju perdamaian masih penuh tantangan.

REKONSTRUKSI UKRAINA PASCA KONFLIK - Kondisi Kota Marinka di wilayah Donetsk yang sebagian diduduki Ukraina. Dmitry Yagodkin/TASS
REKONSTRUKSI UKRAINA PASCA KONFLIK - Kondisi Kota Marinka di wilayah Donetsk yang sebagian diduduki Ukraina. Dmitry Yagodkin/TASS (HO/IST)

Rusia dan Ukraina Umumkan Gencatan Senjata

Pemerintah Rusia dan Ukraina mengumumkan jadwal gencatan senjata yang berbeda di tengah konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Rusia menyatakan gencatan senjata akan berlaku pada 8–9 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II. Keputusan tersebut diumumkan atas instruksi Presiden Vladimir Putin.

“Sesuai keputusan Panglima Tertinggi, gencatan senjata diberlakukan pada 8–9 Mei. Kami berharap Ukraina mengikuti,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

“Tidak ada permintaan resmi kepada Ukraina terkait penghentian perang. Karena itu, kami menetapkan gencatan senjata sendiri mulai tengah malam 5–6 Mei,” ujar Zelenskyy.

Ia juga mengkritik Rusia yang dinilai lebih fokus pada perayaan dibandingkan upaya serius menghentikan perang.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan sempat membahas rencana gencatan senjata dalam komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meski demikian, ketegangan di lapangan masih tinggi. Rusia memperingatkan akan melancarkan serangan besar jika gencatan senjata versi mereka tidak dihormati.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan gencatan senjata sulit bertahan.

Pada April lalu, kedua negara sempat menyepakati penghentian pertempuran selama 32 jam saat Paskah Ortodoks, namun saling tuduh pelanggaran membuat konflik kembali berlanjut.

Perbedaan jadwal gencatan senjata ini menambah ketidakpastian dalam upaya meredakan konflik yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.