Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz, Iran Disebut Siap Negosiasi
Glery Lazuardi May 06, 2026 02:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim negaranya tengah mencapai ‘kesepakatan luar biasa’ terkait upaya pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di Oval Office pada Selasa (5/5/2026) waktu setempat.

Ia menyebut, AS sedang menjalin kerja sama dengan Korea Selatan dan Jepang untuk memastikan kelancaran kembali jalur pelayaran di kawasan tersebut.

“Kami membuat kesepakatan yang luar biasa,” ujar Trump seperti dilansir dari BBC pada Rabu (6/5/2026) malam.

Selain itu, Trump juga mengungkapkan rencananya untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China, Xi Jinping, dalam kunjungannya ke China pekan depan.

Ia berharap dialog tersebut akan menghasilkan perkembangan positif, termasuk dalam isu stabilitas kawasan.

Trump kembali menegaskan bahwa blokade yang dilakukan AS saat ini berjalan efektif dan memberikan tekanan signifikan terhadap Iran.

Menurutnya, Iran kini berada dalam posisi ingin membuka negosiasi dengan Amerika Serikat.

“Mereka bermain-main, tetapi saya katakan kepada Anda, mereka ingin membuat kesepakatan,” tegas Trump.

Baca juga: Warga AS Pendukung Perang Iran Cuma 32 Persen, Trump: Poling Palsu!

AS Klaim Buka Jalur Selat Hormuz

Militer Amerika Serikat melalui United States Central Command (CENTCOM) mengklaim telah berhasil membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah ketegangan dengan Iran.

Komandan CENTCOM, Brad Cooper, menyatakan jalur tersebut kini dapat digunakan oleh kapal-kapal komersial dengan perlindungan militer AS. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah membersihkan ranjau laut yang sebelumnya dipasang Iran di sepanjang jalur pelayaran.

“Kapal-kapal komersial dapat melintas dan akan kami lindungi,” ujar Cooper, dikutip dari Associated Press, Senin (4/5/2026).

Namun, situasi di kawasan masih memanas. Cooper mengungkapkan bahwa Iran sempat meluncurkan rudal jelajah, drone, serta perahu cepat untuk menyerang kapal-kapal yang berada di bawah perlindungan AS.

Dalam insiden tersebut, helikopter militer AS dilaporkan menenggelamkan enam perahu yang diluncurkan Iran.

“Komandan di lapangan memiliki kewenangan untuk mempertahankan unit mereka dan kapal komersial,” tegasnya.

Project Freedom

Pembukaan jalur ini merupakan bagian dari inisiatif maritim bertajuk Project Freedom yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Operasi ini bertujuan membantu ratusan kapal yang terjebak di kawasan Teluk Persia sejak awal konflik.

Trump menyebut operasi tersebut bersifat kemanusiaan dan ditujukan untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampak situasi.

“Pergerakan kapal ini sepenuhnya untuk membantu pihak-pihak yang tidak bersalah,” kata Trump dalam pernyataannya di Truth Social.

Sikap Iran terhadap Selat Hormuz

Di sisi lain, militer Iran menegaskan bahwa setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz wajib berkoordinasi dengan Teheran.

Komandan militer Iran, Ali Abdollahi, memperingatkan bahwa kapal yang melintas tanpa izin akan dianggap sebagai target.

“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer asing, khususnya AS, yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan menjadi target,” ujarnya, dikutip dari IRIB.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi energi global, sehingga eskalasi konflik di kawasan ini berpotensi memicu dampak luas terhadap stabilitas ekonomi dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.