Curhat Terakhir Mandala, Siswa di Samarinda Diduga Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Tahan Sakit
ninda iswara May 06, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Potret kemiskinan di Indonesia hingga kini masih menjadi perhatian serius di berbagai lapisan masyarakat.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa per September 2025, jumlah penduduk miskin mencapai 23,36 juta orang atau sekitar 8,25 persen dari total populasi.

Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata tentang tantangan hidup yang dihadapi jutaan orang setiap hari.

Dampaknya pun meluas, tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga merembet ke dunia pendidikan yang seharusnya menjadi jalan keluar dari kemiskinan.

Di berbagai daerah, masih banyak anak yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar untuk bersekolah, mulai dari perlengkapan hingga biaya penunjang lainnya.

Kenyataan ini semakin terasa pahit ketika kasus-kasus memilukan mulai terungkap ke publik.

Baca juga: Terjadi Lagi, Pelajar di NTT Nekat Akhiri Hidup, Berubah Pendiam dan Menyendiri sebelum Tewas

Belum lama ini, masyarakat dikejutkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia nekat mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli pena dan buku tulis pada Kamis (29/1/2026).

Peristiwa tersebut memantik empati sekaligus keprihatinan luas dari berbagai kalangan.

Terbaru, media sosial kembali diramaikan dengan kabar seorang siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur, yang meninggal dunia setelah terpaksa memakai sepatu yang kekecilan.

Siapa Sosok Siswa SMK Itu?

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, siswa SMK tersebut bernama Mandala Rizky Syahputra.

Ia bersekolah di SMKN 4 Samarinda kelas XI jurusan pemasaran.

Dikutip dari Instagram resmi @smkn4_samarinda, Mandala meninggal dunia pada Jumat 24 April 2026 lalu.

Ia tutup usia di umur 16 tahun.

Kabar meninggalnya Mandala menjadi bahan perbincangan warganet karena dikabarkan meninggal gara-gara tidak mampu membeli sepatu baru.

Dia terpaksa memakai sepatu yang kekecilan hingga kakinya terluka.

Sang ibu, Ratnasari (40) membenarkan anaknya menderita komplikasi kesehatan.

Diketahui Mandala memiliki ukuran kaki 44, namun terpaksa memakai sepatu ukuran 40.

Ia berkali-kali meminta agar dibelikan sepatu baru kepada ibunya.

“Setiap hari itu merah, sakit sekali. Tapi dia tetap pakai sepatu itu."

"Diselipkan pembungkus buah warna pink supaya tidak sakit,” ujar Ratnasari, dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/5/2026).

Ratnasari melanjutkan, kondisi Mandala semakin buruk saat sang anak magang di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda.

Ia kerap berdiri lama sehingga memperparah kondisi infeksi.

Selain kakinya sakit, Mandala juga nafsu makannya turun karena sakit.

Akibatnya tubuhnya semakin kurus hari demi hari.

Puncaknya, Mandala meninggal dunia saat dalam kondisi tidur.

“Dia bilang, ‘Bu, bisa tidak belikan Mandala sepatu?’ Saya bilang nanti dulu."

"Dia jawab, ‘Mandala lupa kalau Mandala anak yatim,’” tutur Ratnasari sambil menahan tangis.

Baca juga: Terjadi Lagi, Pelajar di NTT Nekat Akhiri Hidup, Berubah Pendiam dan Menyendiri sebelum Tewas

VIRAL SISWA MENINGGAL - Foto mendiang Mandala Rizky Syahputra, siswa SMKN 4 Samarinda kelas XI jurusan pemasaran. Ia dikabarkan meninggal dunia pada 24 April 2026 lalu diduga karena terpaksa pakai sepatu kekecilan. (Instagram/@smkn4_samarinda)

Penjelasan Pihak Sekolah

Pihak SMKN 4 Samarinda sudah menanggapi soal meninggalnya Mandala lewat keterangan tertulis yang diunggah pada 4 Mei 2026 kemarin di Instagram.

Hingga saat ini, belum bisa dipastikan penyebab kematian siswa malang tersebut.

"Sepatu bukan penyebab kematian. Tanpa ada diagnosa medis yang lengkap, maka sepatu tidak dapat disebut sebagai penyebab kematian karena belum terbukti. Tidak ditemukan luka pada bagian kaki baik di tumit ataupun jari-jari kaki. Kaki membengkak di bagian punggung," jelas dalam keterangan tersebut.

Fakta lain terungkap, Ibu Mandala sendiri mengakui bahwa beliau melarang anaknya bercerita tentang kesulitan keluarga kepada sekolah atau teman-teman. 

Mandala sebenarnya pernah mengeluh soal sepatu kepada ibunya, tetapi informasi itu tidak segera diteruskan ke sekolah. 

Sekolah baru mengetahui hal ini pada kunjungan kedua di hari Kamis, 23 April 2026.

Setiap kali ibu atau Mandala meminta bantuan, sekolah segera merespons. memberikan bantuan uang, menyalurkan zakat, berusaha untuk membantu mengaktifkan BPJS, melakukan kunjungan rumah, memberikan bantuan tunai dan makanan, hingga merencanakan pembelian sepatu dan bantuan medis.

Berdasarkan keterangan kakak dan ibunya, Mandala ternyata tidak pernah diperiksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya, sehingga penyebab pasti meninggalnya tidak diketahui secara medis. 

Ibu Mandala hanya mengoleskan minyak angin roll-on pada bengkak di kaki Mandala dan memberinya vitamin penambah darah karena berasumsi Mandala mengalami kurang darah. 

"Adapun keterangan mengenai sakit yang disampaikan ke pihak sekolah bersifat non-medis. pun tidak benar. Ini baru diketahui pihak sekolah berdasarkan pengakuan Ibu Mandala saat kunjungan pada Jumat, 1 Mei 2026," lanjut SMKN 4 Samarinda.

Terlepas dari kejadian ini, pihak sekolah turut prihatin atas kejadian yang menimpa Mandala.

Diharapkan ada pelajaran yang bisa dipetik sehingga tidak terulang kejadian sama di kemudian hari.

"Segenap keluarga besar SMK 4 turut berduka cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syaputra, siswa kelas XI Pemasaran 2 yang kami cintai."

"Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi cerita kronologis kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama," tegas SMKN 4 Samarinda.

(TribunTrends/Tribunnews/Endra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.