TRIBUNNEWS.COM - Arsenal berhasil memastikan diri lolos ke final Liga Champions setelah mengalahkan Atletico Madrid pada leg kedua babak semifinal, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB.
Berlangsung di Emirates Stadium, duel Arsenal vs Atletico Madrid berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal.
Hasil ini membuat tim asuhan Mikel Arsteta itu meraih tiket ke final dengan agregat 2-1.
Adapun gol tunggal Arsenal di laga ini lahir dari sepakan Bukayo Saka pada menit ke-45.
Hasil ini membuat Arsenal akhirnya kembali lolos ke final Liga Champions setelah 20 lamanya, terakhir kali pada 2006 namun kalah di final saat digasak Barcelona 1-2.
Kini Arsenal tinggal menunggu pemenang dari laga Paris Saint-Germain (PSG) vs Bayern Munchen di final Liga Champions.
Baca juga: Kunci Arsenal Juara Liga Inggris di London Timur, Henry dan Carragher Beda Pendapat
Babak pertama leg kedua semifinal Liga Champions antara Arsenal dan Atletico Madrid berjalan ketat dan penuh kehati-hatian sejak menit awal.
Dengan agregat 1-1, kedua tim memilih bermain aman dan tidak terburu-buru menyerang.
Arsenal sempat membuka peluang lewat situasi bola mati setelah Eberechi Eze dilanggar Antoine Griezmann, namun umpan Declan Rice masih mudah diamankan Jan Oblak. Atletico merespons cepat melalui peluang Julian Alvarez, meski belum menemui sasaran.
Arsenal terlihat kesulitan menemukan ritme di awal laga, bahkan hingga 15 menit pertama belum menyentuh bola di kotak penalti lawan.
Sementara itu, Atletico beberapa kali mengancam, tetapi pertahanan Arsenal tampil solid, termasuk tekel krusial Declan Rice yang menggagalkan peluang emas lawan.
Memasuki pertengahan babak, Arsenal mulai meningkatkan intensitas. Bukayo Saka mendapat peluang emas dari sepak pojok, disusul tembakan Gabriel Magalhaes yang masih melebar. Tekanan terus dibangun, termasuk lewat percobaan jarak jauh Declan Rice di menit ke-35.
Meski demikian, lini depan Arsenal yang digawangi Viktor Gyokeres sempat kesulitan menembus rapatnya pertahanan Atletico.
Hingga akhirnya, menjelang turun minum di menit ke-44, kebuntuan pecah. Pergerakan cerdas Gyokeres membuka ruang, memaksa Oblak keluar dari sarangnya.
Bola liar hasil tepisan kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Leandro Trossard untuk mencetak gol dari jarak dekat.
Gol di akhir babak pertama ini menjadi momentum penting bagi Arsenal, yang tampil lebih efektif setelah sempat kesulitan di awal pertandingan.
Babak kedua berlangsung dengan tempo tinggi dan ketegangan yang terus meningkat sejak awal.
Arsenal langsung tampil agresif, namun keputusan sempat jadi sorotan saat pelanggaran Llorente terhadap Trossard di menit ke-49 tak berbuah kartu.
Atletico membalas cepat lewat peluang emas di menit ke-51. Kesalahan koordinasi lini belakang Arsenal gagal mengakhiri gol, tetapi Gabriel tampil sebagai penyelamat dengan intervensi krusial yang menggagalkan peluang Simeone.
Arsenal kemudian membalas melalui aksi impresif Declan Rice yang mengakhiri peluang Gyokeres, meski belum membuahkan hasil.
Jual beli serangan terus terjadi. Raya melakukan penyelamatan penting atas tembakan Griezmann, sementara peluang-peluang Arsenal melalui Odegaard dan Gyokeres juga belum mencapai sasaran.
Memasuki 10 menit akhir, Arsenal bermain lebih disiplin dan berani dalam menekan, berhasil menghentikan upaya Atletico untuk menciptakan tekanan berkelanjutan.
Peluang terakhir sempat dimiliki Llorente, namun tembakannya masih mudah diamankan Raya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan yang tercipta.
Arsenal pun memastikan tiket ke final Liga Champions dengan keunggulan agregat 2-1 atas Atletico Madrid, dalam laga yang kecerahannya solid dan sejumlah peluang dramatis di babak kedua.
David Raya (GK); Ben White, William Saliba, Gabriel, Ricardo Calafiori: Declan Rice, Lewis-Skelly: Eberechi Eze, Leandro Trossard, Bukayo Saka: Viktor Gyokeres.
Pelatih: Mikel Arteta
Jan Oblak (GK); Marc Pubil, Le Normand, David Hancko, Matteo Ruggeri; Giuliano Simeone, Marcos Llorente, Koke, Ademola Lookman; Julian Alvarez, Antoine Griezmann.
Pelatih: Diego Simeone
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)