Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kasus dugaan keracunan massal di Tulung, Klaten, menemukan fakta baru.
Hasil uji laboratorium menunjukkan makanan program MBG terkontaminasi bakteri Bacillus sp, yang dikenal tidak mudah mati meski dipanaskan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten mengungkap hasil pemeriksaan dari Balai Laboratorium Kesehatan (Balapkes) Yogyakarta terhadap tiga sampel makanan.
Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, menyebut ketiga sampel tersebut dinyatakan positif mengandung bakteri.
"Berdasarkan dari hasil Balapkes Yogyakarta atas tiga sampel yang kita kirim yaitu telur puyuh, galantin dan kuah timlo. Itu ketiga-tiganya positif mengandung bakteri Bacillus sp," ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Anggit menjelaskan, Bacillus sp merupakan bakteri yang dapat tumbuh dalam bahan makanan dan mampu membentuk spora.
"Yang terjadi di Tulung kemarin (dugaan keracunan), adalah disumbangkan karena kadar itu," jelasnya.
Ia menambahkan, bakteri ini menjadi perhatian serius karena tidak mudah mati meskipun makanan telah dipanaskan.
"Sehingga kami harap, di dalam proses-proses pemilihan bahan serta penyimpanan itu sesuai dengan standar yang ada," ucapnya.
Baca juga: Terkuak! Penyebab Keracunan MBG di Tulung Klaten: Makanan Positif Bakteri Bacillus sp
Kasus ini bermula saat siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ayur Vera di Desa Sorogaten, Selasa (28/4/2026).
Setelah mengonsumsi makanan tersebut, ratusan siswa dan guru mengalami gejala dugaan keracunan. Kasus paling banyak terjadi di SMPN 1 Tulung.
Dinkes Klaten mencatat total 584 orang terdampak dalam kejadian ini. Mayoritas menjalani rawat jalan, sementara 17 orang harus mendapatkan perawatan inap.
(*)