Tribunlampung.co.id, Pekalongan - Siswa SMK di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, heboh temukan belatung di menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @Pekalonganinfo memperlihatkan, suasana ruang kelas yang mendadak ramai.
Sejumlah siswa berseragam abu-abu putih, tampak menunjukkan ompreng berisi menu MBG yang mereka terima.
Lalu siswa menemukan adanya belatung pada makanan, terutama pada lauk ayam berbumbu merah.
Temuan ini tidak hanya terjadi pada satu porsi, melainkan pada sebagian besar makanan yang dibagikan kepada siswa.
Baca Juga: 'Ayamnya Bau, Jamurnya Mentah' 31 Siswa SMP dan 3 Guru Sakit Diduga Keracunan MBG
Salah satu siswa mengungkapkan, awalnya ia mengira hanya satu paket makanan yang bermasalah.
Namun ternyata setelah dicek lebih lanjut, banyak siswa lain mengalami hal serupa.
Kejadian tersebut pun memicu kekhawatiran terkait kualitas bahan makanan serta proses pengolahan oleh pihak penyedia program MBG.
Berdasarkan penelusuran, peristiwa itu terjadi di SMK Baitussalam, Kota Pekalongan, yang berada di bawah naungan dapur umum SPPG Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Pekalongan, R. Atmajaya, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut, pihaknya telah segera melakukan penanganan setelah menerima laporan.
"Betul, kejadian tersebut di SMK Baitussalam, Kota Pekalongan," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan pimpinan, serta melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan guna memperketat standar operasional prosedur (SOP).
"Sudah kami koordinasikan dengan pimpinan, dan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," terannya.
Ia memastikan, bahwa seluruh makanan yang bermasalah telah ditarik dan diganti pada hari yang sama.
Pihak penyedia makanan pun, telah menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf kepada pihak sekolah.
"Pihak dapur sudah meminta maaf, dan mengganti makanan yang terdampak," tukas nya.
Jaya juga menegaskan, bahwa kejadian tersebut hanya terjadi di satu sekolah, dan menjadi bahan evaluasi serius untuk meningkatkan kualitas serta keamanan makanan dalam program MBG ke depan.
Sumber: TribunJateng.com