TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra mengajak siswa SMA dan SMK untuk menjadi generasi literat di tengah pesatnya perkembangan digital.
Sebanyak 50 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Mamuju mengikuti seminar pengembangan literasi yang digelar di Cafe Ruang Rindu, Jalan Andi Makassau, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya jurnalis Tribun-Sulbar.com, perwakilan Bank Indonesia Sulbar, serta BPJS Kesehatan Mamuju.
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis, Aries Tunda Pembelian yang Tidak Mendesak, Libra Sulit Tolak Ajakan
Baca juga: Kantor Desa Tabolang Mateng Terbakar, Pemdes Siapkan Layanan Darurat
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan pemahaman terkait pentingnya literasi di era digital yang semakin masif, termasuk literasi informasi, keuangan, hingga kesehatan.
Kabid Pembinaan Anggota (PA) HMI Cabang Manakarra, Sulkifili, mengatakan kegiatan ini bertujuan membentuk karakter pelajar agar mampu memahami dan menyaring informasi secara bijak.
Menurutnya, generasi muda saat ini, khususnya Gen Z, sangat rentan terpapar arus informasi yang berkembang begitu cepat di media digital.
“Kalangan pelajar hari ini hidup di tengah derasnya arus informasi. Karena itu, mereka harus dibekali kemampuan literasi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, serta memanfaatkan informasi secara tepat.
Melalui kegiatan ini, HMI berharap para pelajar dapat lebih kritis dalam menyikapi informasi, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal yang positif dan produktif.
Seminar ini juga menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini serta menjaga kesadaran akan kesehatan di tengah aktivitas sehari-hari.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber.
HMI Cabang Manakarra berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan adaptif di era digital. (*)