TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Gagasan Badan Gizi Nasional (BGN) agar perguruan tinggi memiliki dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat tanggapan dari Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman) di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (6/5/2026).
Rektor Unasman, Muhammad Massyat menyambut positif adanya gagasan BGN, universitas kelola dapur MBG.
Menurutnya perguruan tinggi di Sulbar perlu melihat SPPG bukan sekedar sebagai dapur makan bergizi.
Baca juga: Cegah Gen Z Termakan Hoax, HMI Manakarra Gembleng Literasi Digital Siswa di Mamuju
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis, Aries Tunda Pembelian yang Tidak Mendesak, Libra Sulit Tolak Ajakan
"Melainkan sebagai ruang pengabdian,riset dan inovasi sosial, kampus dapat membantu memastikan mutu gizi, keamanan pangan," kata Muhammad Massyat kepada wartawan.
Dia menyebut program MBG berkaitan dengan tri darma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
Dimana kampus dapat pemanfaatan bahan lokal serta pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah.
Meski menyambut baik program universitas kelola dapur MBG, Muhammad Massyat menegaskan pentingnya regulasi yang jelas.
"Memang program itu positif tapi kalau untuk di Unasman sendiri belum mengarah ke situ karena kita belum punya ahli gizinya," ungkapnya.
Dia menambahkan universitas juga dapat melakukan pengawasan ketat terhadap keamanan pangan jika kampus mengelola dapur MBG.
Untuk diketahui, Kepala BGN Dadan Hindayana meminta perguruan tinggi membangun dan mengelola dapur SPPG secara mandiri untuk mendukung program MBG.
Dadan menyebutkan kampus memiliki peran strategis untuk mendukung keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.
Karena itu, Dadan meminta kampus membangun dan mengelola SPPG secara mandiri, sekaligus menjadikannya sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli