Sejumlah Kepala Negara Tanggapi Serius Virus Hanta di Kapal Pesiar MV Hondius
Desy Selviany May 06, 2026 04:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Sejumlah pemimpin dunia menanggapi Virus Hanta yang diduga telah menewaskan tiga penumpang Kapal Pesiar MV Hondius. 

Saat ini kapal pesiar MV Hondius berikut penumpang dan awaknya masih tertahan karena dugaan penyebaran Virus Hanta. 

Sejumlah penumpang itu juga berasal dari negara yang berbeda-beda seperti dari Inggris, Jerman, dan Belanda.

Terhitung 147 penumpang dan awak itu berasal dari 23 negara berbeda. 

Sementara saat ini kapal pesiar tersebut masih tertahan di lepas pantai Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan di Samudra Atlantik di lepas pantai Afrika Barat. 

Dilansir dari Forbes, otoritas kesehatan masyarakat belum memberikan izin kapal mewah itu untuk berlabuh setelah penumpang dan kru terinfeksi wabah hantavirus.

Alhasil penyebaran virus ini menjadi perhatian sejumlah pemimpin dunia. 

Misalnya saja Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang sejumlah warganya masih terjebak di Kapal Pesiar buka suara terkait dengan penanganan penumpang yang terinfeksi.

Starmer menyebut pikirannya saat ini tertuju pada mereka yang terkena dampak wabah hantavirus di atas kapal MV Hondius.

Pihak Inggris saat ini sedang bekerja sama erat dengan mitra internasional untuk mendukung warga negara Inggris di atas kapal.

Inggris juga sedang menyusun rencana untuk perjalanan lanjutan warga negaranya secara aman.

“Risiko bagi masyarakat luas tetap sangat rendah - melindungi rakyat Inggris adalah prioritas utama kami,” tulisnya di X pada Rabu (6/5/2026).

Sementara itu Pemerintah Spanyol melalui Kementerian Kesehatan memastikan sebagai bagian dari operasi tersebut, Pemerintah Spanyol juga telah menerima permintaan dari Pemerintah Belanda untuk menampung dokter dari MV Hondius.

Kemudian penumpang yang sedang dalam kondisi serius akan diangkut ke Kepulauan Kanaria dalam pesawat ambulans pada hari Selasa lalu.

Spanyol juga akan menerima kapal MV Hondius di Kepulauan Kanaria sesuai dengan Hukum Internasional dan semangat kemanusiaan.

Sementara itu dimuat New York Times Dr. Van Kerkhove mengatakan pada konferensi pers bahwa kapal tersebut akan menuju Kepulauan Canary, wilayah Spanyol yang terletak sekitar 1.000 mil di timur laut Tanjung Verde.

Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan pada hari Selasa bahwa kapal tersebut diperkirakan akan tiba di sana dalam waktu tiga hingga empat hari kemudian.

Baca juga: Ditakutkan Bisa Seperti Covid-19? Virus Hanta Bukan Penyakit Baru

Namun belum diputuskan pelabuhan mana yang akan dituju kapal pesiar tersebut. 

Setelah kapal mencapai Kepulauan Canary, tambah kementerian, awak dan penumpang akan diperiksa, dirawat, dan dipindahkan ke negara masing-masing. 

Sebelum kapal berangkat ke Kepulauan Canary, pihak berwenang akan menentukan penumpang mana yang perlu dievakuasi segera saat masih berada di Cape Verde. 

Dokter kapal, yang menurut kementerian berada dalam "kondisi serius," dievakuasi pada hari Selasa waktu setempat dengan penerbangan medis ke Kepulauan Canary.

Dimuat situs Kementerian Kesehatan RI Virus Hanta sebenarnya bukan virus baru seperti Covid-19 yang membuat dunia mengalami isolasi pada tahun 2020 lalu.

Pada tahun 2024 lalu, situs resmi Kementerian Kesehatan telah menyosialisasikan virus ini.

Dalam keterangannya Kemenkes menjelaskan Rodensia atau hewan pengerat memiliki peran utama dalam penularan penyakit seperti leptospirosis dan pes. 

Salah satu penyakit zoonosis berbahaya lainnya yang juga disebarkan oleh rodensia, namun belum banyak dikenal oleh masyarakat adalah penyakit virus Hanta. 

Penyebab penyakit virus Hanta adalah virus dari genus Orthohantavirus.  Tikus dan celurut menjadi reservoir utama penyakit ini. 

Namun sebelumnya tidak pernah dilaporkan Penularan Virus Hanta antarmanusia hingga peristiwa MV Hondius mencuat ke publik. 

Diduga para penumpang MV Hondius tertular Virus Hanta antarmanusia meski masih diselidiki oleh Badan Kesehatan Dunia WHO. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.