WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Di tengah keterbatasan ekonomi, Yongki Putra Setiawan membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Remaja asal Gang Sehati, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur ini berhasil diterima di Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dengan beasiswa penuh hingga lulus.
Yongki, begitu ia akrab disapa, merupakan anak dari pasangan Sahirin dan Solikhatun.
Baca juga: Pejuang Jaket Kuning Merapat, UI Open Days 2026 Kembali Hadir untuk Mengenal Dunia Kampus
Orang tua Yongki adalah pedagang cilok keliling yang telah puluhan tahun merantau dari Tegal, Jawa Tengah ke Jakarta.
Kondisi ekonomi keluarga tak menyurutkan semangatnya untuk berprestasi di bangku sekolah.
Siswa SMAN 14 Jakarta ini dikenal sebagai pribadi yang disiplin, cerdas, dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.
Bahkan, saat duduk di kelas 11, Yongki dipercaya menjabat sebagai Ketua OSIS.
“Alhamdulillah saya diterima di Universitas Indonesia, jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis lewat jalur SNBP. Tanpa tes lagi, karena jalur prestasi,” ujar Yongki, Rabu (6/5/2026).
Untuk bisa lolos jalur tersebut, Yongki harus menjaga konsistensi nilai rapor sejak semester 1 hingga 5.
Ia mengaku mempertahankan nilai di atas angka 90 bukan perkara mudah, namun hal itu ia capai melalui disiplin belajar dan manajemen waktu yang ketat.
Baca juga: Guru Besar UI Dorong Baterai Ramah Lingkungan, Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Dapat Fasilitas Laptop
Sepulang sekolah, Yongki kerap menghabiskan waktu untuk belajar bersama teman-temannya atau belajar mandiri di rumah hingga larut malam.
Usahanya pun membuahkan hasil dengan nilai rata-rata mencapai 92,72.
Tak hanya mendapatkan kursi di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Yongki juga menerima beasiswa dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Beasiswa tersebut mencakup biaya kuliah penuh, bantuan biaya hidup, hingga fasilitas laptop untuk menunjang perkuliahan.
“Dari kelas 11 saya sudah ikut program BSI Pelajar. Setelah itu lanjut daftar BSI Mahasiswa, dan alhamdulillah lolos. Jadi ada bantuan living cost juga,” jelasnya.
Ketertarikan Yongki pada dunia ekonomi sudah tumbuh sejak awal SMA.
Ia memilih jurusan Manajemen karena melihat peluang karier yang luas serta ingin melanjutkan jejak alumni sekolahnya yang lebih dulu sukses di bidang tersebut.
Koleksi Gitar
Selain akademik, Yongki juga aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti basket, futsal, dan musik.
Ia bahkan memiliki hobi bermain gitar listrik dan berhasil mengoleksi beberapa gitar dari hasil menabung uang jajan dan bantuan beasiswa.
“Saya sisihkan uang jajan, juga dari bantuan yang ada. Pelan-pelan bisa beli barang yang saya suka,” katanya.
Baca juga: Peneliti Universitas Indonesia Larang MBG Dibawa Pulang, Ini Alasannya
Di balik pencapaiannya, Yongki menyimpan tekad kuat untuk mengangkat derajat ekonomi keluarga.
Ia menyadari perjuangan orangtuanya yang tidak hanya berdagang cilok, tetapi juga bekerja serabutan, termasuk ibunya yang menjadi buruh cuci demi menambah penghasilan.
Ia pun menegaskan sejak awal hanya menargetkan masuk perguruan tinggi negeri demi meringankan beban orangtua.
“Kalau tidak lolos SNBP, saya sudah siap ikut UTBK atau jalur mandiri. Yang penting bisa masuk PTN,” tegasnya.
Kini, Yongki tinggal menunggu waktu untuk memulai perkuliahan pada Agustus mendatang.
Bagi keluarga Sahirin, keberhasilan putra mereka bukan sekadar soal gelar sarjana, melainkan simbol harapan bahwa masa depan yang lebih cerah sedang menanti di depan mata.
“Pesan saya, kejarlah mimpi setinggi mungkin lewat pendidikan. Karena saya yakin pendidikan bisa mengubah segalanya,” ujar Yongki.
Kebanggaan Sekolah
Wakil Bidang Kesiswaan SMAN 14 Jakarta, Suris Sediwiyono, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian Yongki.
Menurutnya, Yongki adalah teladan bagi siswa lain bahwa kerja keras akan selalu membuahkan hasil.
"Yongki ini punya talenta luar biasa. Tahun ini, dia menjadi salah satu dari 21 siswa kami yang berhasil menembus PTN lewat jalur prestasi. Kami berharap jejaknya diikuti oleh adik-adik kelasnya," ujar Suris.
Suris mengatakan Yongki juga mempunyai kemampuan akademik dan leadership yang bagus.
"Kami sangat bangga,” ujar Suris.
Ia menambahkan, tahun ini SMAN 14 Jakarta mencatat sekitar 21 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi, termasuk UI dan Universitas Airlangga.
Baca juga: Keterbatasan Bukan Halangan, 5 Calon Mahasiswa Tunanetra Ikut UTBK di Universitas Indonesia
Setiap tahun, kata dia, kurang lebih 120 ssiswa SMAN 14 Jakarta yang diterima ke perguruan tinggi negeri.
Ia berharap, para siswa yang tidak beruntung dari jalur undangan bisa ikut melalui jalur lainnya.
Kisah Yongki menjadi bukti nyata bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, mimpi besar tetap bisa digapai.
“Pesan saya, kejarlah mimpi setinggi mungkin lewat pendidikan. Karena saya yakin pendidikan bisa mengubah segalanya,” tutup Yongki.