Kisah Peternak Masjuki, Sapi Induk Tiba-Tiba Beranak Jelang Kontes dan Berbuah Berkah di Kediri
Rendy Nicko May 06, 2026 05:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kisah tak terduga dialami Masjuki, peternak sapi asal Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, saat mengikuti kontes ternak 2026. Sapi andalannya justru melahirkan tepat sebelum dikonteskan.

Masjuki mengaku awalnya tidak memiliki rencana untuk mengikuti kontes ternak. Keikutsertaannya pun terjadi secara spontan setelah mendapat dorongan dari petugas lapangan.

"Ya alhamdulillah bersyukur banget ya itu kan enggak sangka-sangka, mulainya itu kan saya enggak angan-angan ikut kontes ini," kata Masjuki saat ditemui di lokasi kontes di Desa Wonorejo Kecamatan Wates, Rabu (6/5/2026). 

Juki sapaan akrabnya menceritakan, awalnya ada mantri ternak yang menyarankan agar sapinya diikutkan dalam kontes. Tanpa banyak pertimbangan, ia pun mengiyakan ajakan tersebut.

Baca juga: Ribuan Lowongan Kerja Tersedia di Job Fair 2026, Pemkab Kediri : Tekan Angka Penganguran

"Terus itu mantrinya bilang 'pak Juki pomo sapimu tak elok ne piye?' saya jawab, 'nggeh monggo'," kenangnya.

Namun di luar dugaan, sapi yang diikutkan dalam kategori indukan itu ternyata belum waktunya melahirkan. Berdasarkan perhitungan, kelahiran seharusnya terjadi pada akhir Mei atau pertengahan bulan.

"Saya itu sudah tahu prediksinya, bulan ini kalau tidak akhir Mei ya pertengahan gitu melahirkannya," jelasnya.

Sapi tersebut masuk dalam kategori lomba induk persilangan atau indukan hasil inseminasi buatan, perpaduan antara sapi Lembang dan limosin.

Situasi tak terduga terjadi ketika sapi tersebut justru melahirkan di lokasi kontes pada Selasa (5/5) siang hari sekitar pukul 14.00 WIB.

"Melahirkan ini jam perkiraan 14.00 WIB siang ya," ungkap Juki. 

Kejadian itu sempat membuatnya khawatir karena kondisi sapi terlihat lemas usai melahirkan. Ia sempat berpikir untuk membawa pulang sapinya.

"Saya berpikir ini kan masih lemas toh waktu melahirkan, tidak seperti sebelumnya, saya takut repot," katanya.

Namun karena di lokasi kontes terdapat tim dokter hewan dan petugas yang siaga, ia memutuskan tetap berada di lokasi untuk mendapatkan penanganan.

Baca juga: Disbudpar Kota Blitar akan Renovasi Water Park Sumber Udel, Alokasikan Rp 2 Miliar

"Wes di sini saja mumpung mantri dokter kan semua di sini, karena ada di kontes ternak," ujarnya.

Berkat penanganan yang cepat, kondisi sapi dan anaknya pun dinyatakan sehat. Juki mengaku lega dengan kondisi tersebut.

"Sehat sehat alhamdulillah sehat," ucapnya.

Sapi indukan tersebut diketahui sudah dua kali melahirkan dan tetap dalam kondisi baik meski mengalami kejadian mendadak di tengah kontes.

Kisah unik ini pun sempat menjadi perhatian dan viral di kalangan peserta serta pengunjung kontes ternak.

Atas peristiwa tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito memberikan hadiah berupa mesin chopper kepada Juki sebagai bentuk apresiasi.

"Alhamdulillah berkah dan rezeki bagi Pak Juki tadi juga diberikan mesin chopper dari Mas Bup," kata Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih. 

Tutik menambahkan, sektor peternakan di Kabupaten Kediri terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun, didukung perhatian pemerintah daerah.

"Artinya memang ada kenaikan kurang lebih 2 sampai 3000 dan ini menjadi sinyal bahwa peternakan di Kabupaten Kediri masih menjadi salah satu faktor yang bisa menopang perekonomian," jelasnya.

Ia menyebut, populasi sapi potong di Kabupaten Kediri terus meningkat, dari sekitar 214 ribu ekor pada 2024 menjadi 216 ribu ekor pada 2025.

Kondisi ini menunjukkan bahwa usaha peternakan masih menjadi pilihan menjanjikan bagi masyarakat, baik sebagai usaha utama maupun sampingan.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.