BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Hanny Kristianto kembali menegaskan alasan mencabut sertifikat mualaf dokter sekaligus konten kreator, Richard Lee.
Hanny diketahui telah mencabut sertifikat mualaf Richard Lee baru-baru ini. Dia pun membeberkan beberapa alasannya.
Dia tak ingin sertifikat tersebut disalahgunakan atau tidak digunakan sama sekali.
Pasalnya, agama dalam identitas diri Richard Lee masih tertulis Katolik.
"Alasan yang pertama saya cabut sertifikatnya adalah, saya tidak mau sertifikat yang dikeluarkan itu tidak digunakan. Faktanya sampai hari ini KTP-nya masih Katolik," ujar Hanny Kristianto baru-baru ini.
Baca juga: Adegan Asha Assuncao Cium Arya Saloka Disorot, Duda Putri Anne Tuai Komentar
Ia pun menjelaskan bawa sertifikat itu berfungsi untuk mempermudah pergantian identitas diri.
"Karena seseorang mualaf ketika meninggal itu banyak yang dimakamkan bukan dengan cara-cara Islam. Kenapa ada sertifikat, segera dirubah. Jangan merepotkan orang yang masih hidup ketika sudah meninggal," katanya.
Hanny juga mengatakan bahwa dirinya tidak ingin sertifikat mualaf digunakan sebagai barang bukti di pengadilan untuk aksi saling serang.
"Yang kedua, saya tidak mau sertifikat mualaf ini dijadikan barang bukti atau bahan di pengadilan untuk saling menyerang dengan sesama muslim. Karena ada disebutkan, 'Ya ini akan kita pakai untuk konstruksi hukum'," tuturnya.
Ya, dalam hal ini berkaitan dengan kasus hukum yang melibatkan antara Richard Lee dan Dokter Detektif alias Doktif.
Hanny pun enggan terseret lebih jauh perihal sertifikat mualaf yang ia terbitkan.
"Loh, berarti sertifikat ini akan dilampirkan, menggugat dalam hal ini yang saya lihat Dokter Detektif atau dokter Samira itu untuk dituntut di pengadilan," katanya.
"Loh saya jadi bolak-balik pengadilan dong nanti yang mengeluarkan. Repot saya. Makanya saya cabut," sambungnya.
Ia pun kembali menegaskan jika sertifikat mualaf ini berguna untuk proses administrasi semata.
Seperti pergantian agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga mengurus surat kematian.
"Sertifikat ini kan cuma gunanya administratif. Menikah, mengganti kolom KTP, mengurus surat kematian. Itu salah satu fungsi, tiga fungsinya surat mualaf," tutur Hanny.
Sertifikasi Islam milik dr. Richard Lee belakangan menjadi sorotan publik usai dikabarkan dicabut.
Polemik tersebut pun memicu beragam reaksi, termasuk dari Ustaz Derry Sulaiman yang selama ini dikenal dekat dengan Richard Lee.
Ustaz Derry mengaku sedih melihat kabar pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan hingga memicu penghakiman publik.
"Setau saya ya, orang kalau sudah mengaku Islam, maka kita harus mendoakan dia, harus membimbing dia, harus merangkul dia," kata Derry Sulaiman, dikutip dari Youtube Reyben Entertainmet, Senin (4/5/2026).
Derry menyebut dirinya merupakan sosok yang pertama kali membimbing Richard Lee mengucapkan syahadat.
Ia juga mengaku mendampingi dokter kecantikan itu selama beberapa tahun untuk belajar mengenal Islam.
"Dan saya orang satu-satunya yang awal mensyahadatkan dr. Richard Lee," tegasnya.
Menurut Derry, hingga saat ini Richard Lee tidak pernah menyampaikan keinginan untuk keluar dari Islam.
Karena itu, ia merasa heran dengan munculnya isu yang berkembang di media sosial.
"Dan sampai detik ini dia belum pernah ngasih tahu saya kalau dia mau keluar dari Islam," pastinya.
Derry menegaskan bahwa seorang mualaf juga membutuhkan proses dalam mendalami agama.
Ia mengatakan tidak adil jika mualaf dituntut langsung sempurna dalam menjalankan ajaran Islam.
"Dan tidak mungkin seorang mualaf tiba-tiba langsung jadi wali Allah," ucap Derry.
Ia juga menyoroti tindakan pihak yang dianggap terlalu mencari kesalahan Richard Lee. Menurutnya, dalam Islam tidak dibenarkan mencari-cari keburukan seseorang.
"Nah jadi nggak ada tuh, Bang, tajasus mencari-cari kekurangan keburukan orang lain siapapun itu," tuturnya.
Terkait pencabutan sertifikat mualaf, Derry mengaku sangat menyayangkan keputusan tersebut.
Ia menilai sertifikat hanyalah urusan administrasi dan bukan penentu keislaman seseorang.
Derry bahkan menyebut dirinya bisa membantu membuatkan sertifikat baru bila memang diperlukan.
Ia menyinggung kemungkinan mengurus dokumen tersebut melalui lembaga yang lebih resmi.
"Mungkin saya bisa buatkan sertifikat baru di mungkin dari yang lebih resmi dari negara nanti," katanya.
Di tengah polemik yang terjadi, Derry mengajak masyarakat untuk tetap berprasangka baik kepada Richard Lee.
Ia berharap publik lebih fokus mendoakan daripada menghakimi.
"Tugas kita itu mengislamkan orang kafir bukan mengkafirkan orang Islam," tutup Derry.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)