Ini Penjelasan PT ALS Soal Manifes Penumpang Bus Jurusan Semarang-Medan Kecelakaan di Muratara
Moch Krisna May 06, 2026 09:45 PM

 





TRIBUNSUMSEL.COM --
Manajemen PT Antar Lintas Sumatera (ALS) menyatakan hingga kini belum bisa merinci identitas korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang melibatkan bus miliknya dengan mobil tangki di Jalinsum Muratara. 

Insiden berdarah tersebut terjadi di Kelurahan Karang Jayo pada Rabu (6/5/2026) siang dan masih dalam penanganan petugas.

Humas PT ALS Alwi Matondang mengatakan, pihaknya masih menunggu daftar manifes dari pool bus yang ada di Semarang, karena penumpang berangkat dari sana tujuan Kota Medan.

"Kami belum bisa memastikan identitas para korban. Masih kami minta ke pool Semarang," kata Humas PT ALS Alwi Matondang, Rabu (6/5/2026) mengutip Tribunmedan.com.

Berdasarkan informasi yang didapat PT ALS, sejauh ini sebanyak 16 orang tewas.

Sebanyak 11 diantaranya penumpang, serta 3 kru bus.

Kemudian, dua orang lagi merupakan dari truk tangki bermuatan bahan bakar minyak.

"Nanti akan kami informasikan perkembangannya. Sejauh ini belum ada keluarga yang melapor,"ungkapnya.

 

BUS KECELAKAAN MAUT -- Kondisi bus ALS  yang mengalami kecelakaan lalu terbakar di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Dari informasi dihimpun, sebanyak 6 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini.
BUS KECELAKAAN MAUT -- Kondisi bus ALS yang mengalami kecelakaan lalu terbakar di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Dari informasi dihimpun, sebanyak 6 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini. (Facebook/Beni Fernades)

 

Berangkat dari Semarang

Sementara itu, perwakilan ALS di Kaligawe menyatakan bus tersebut memang berangkat dari poolnya dengan membawa sejumlah penumpang. 

Bus tersebut dan truk BBM serta sebuah sepeda motor terbakar di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) siang.

"Ya, bus berangkat dari Semarang. Memang ada penumpang dari luar (kota) seperti Pati dan Tegal. (Penumpang) dari Pati itu ke Semarang dulu, naiknya di sini," kata perwakilan ALS yang menolak menyebutkan namanya kepada Tribunjateng.com.


Penyebab Kecelakaan

Polisi mengungkap penyebab kecelakaan Bus ALS dengan mobil tangki BBM yang diketahui milik PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumsel.

Kecelakan ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.

Dalam laporan kepolisian jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakan lalulintas ini berjumlah 16 orang.

Rinciannya 14 orang dari Bus ALS orang, 2 orang dari mobil Tangki BBM 

Sementara penumpang selamat diinformasikan 4 orang, kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, 3 luka mengalami bakar serius, dan 1 lecet-lecet.

Ada pun identitas pengemudi Bus ALS yakni Alif (44 tahun) warga Jawa Tengah dengan kernet Saf (50) meninggal dunia dan M Fadli kondisi selamat hanya mengalami luka goresan.

Kemudian pengemudi mobil tangki BBM PT Seleraya atas nama Yanto dengan kondisi meninggal dunia dan penumpang Martini dengan kondisi meninggal dunia.

Kasat Lantas Polresta Muratara, AKP M Karim menyampaikan, berdasarkan keterangan kernet bus yang selamat, ketika kejadian ini, bus oleng karena menghindari sesuatu saat melintas di lokasi kejadian.

"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, mobil terjadi adu kambing, sementara mobil tangki posisinya bawa minyak mau bongkar," kata Karim pada wartawan.

Karim mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran yakni diduga karena berasal dari minyak mentah menyambar ke mobil saat kecelakan.

"Sementara untuk ada motor, itu milik penumpang dalam bus itu, dari Bus ALS itu," ujarnya.


Dibawa ke Palembang

16 korban tewas dalam kecelakaan Bus ALS dengan Mobil tangki BBM PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumsel rencananya akan dibawa ke Palembang.

Kesemua Jenazah tersebut akan dibawa dari RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau ke Kota Palembang menggunakan 16 mobil ambulans.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi menyampaikan 16 kantung jenazah ini akan dibawa dengan pengiringan dari  pihak Polres Lubuklinggau 

"Jadi malam ini 16 jenazah yang ada di RS Siti Aisyah ini akan digeser (dibawa) ke Palembang," ungkap Adithia pada Tribunsumsel.com.

Kapolres menjelaskan alasan jenazah digeser ke Palembang tepatnya di RS Bhayangkara karena jauh lebih lengkap.

"Di Palembang ada tim Dvi yang telah menunggu untuk proses identifikasi sesungguhnya," ujarnya.

Dalam pergeseran jenazah ini pihak Polres Lubuklinggau akan memfasilitasinya secara langsung bersama pihak Rumah Sakit Siti Aisyah.

"Alasan digeser ini ke Palembang karena lokasi yang tidak memadai dan di Palembang jauh lebih lengkap di sana," ungkapnya.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.