SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kinerja Bank Jatim yang tumbuh impresif di Tahun Buku 2025.
Menurutnya capaian Bank Jatim mampu menunjukkan fungsi intermediasi yang berjalan baik sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas.
Hal ini didukung oleh penghasilan laba yang berhasil dibukukan Bank Jatim secara Bank Only yakni sebesar Rp1,546 Triliun pada Tahun Buku 2025.
Angka itu merupakan laba tertinggi di antara seluruh BPD di Indonesia dan menjadi capaian terbaik selama Bank Jatim berdiri.
“Capaian ini menegaskan bahwa pertumbuhan yang dicapai tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga ditopang oleh kualitas pendapatan dan ketahanan bisnis yang semakin kuat,” ujar Gubernur Khofifah saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Bank Jatim di Kantor Pusat Bank Jatim, Rabu (6/5/2026).
Tidak hanya itu, dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Bank Jatim berhasil membagi dividen sebesar Rp 56,62 / lembar saham.
Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 54,71 / lembar saham.
Sehingga secara keseluruhan, total dividen yang dibagi kepada pemegang saham berada di angka Rp 850.177.501.402,84 atau sebesar 55 persen dari laba bersih tahun Buku 2025.
Baca juga: Kinerja Moncer Aset Bank Jatim Tembus Rp 168 Triliun, Dividen Meningkat
Di kesempatan ini, Gubernur Jatim yang juga sebagai pemegang saham pengendali, memberikan arahan strategis untuk Bank Jatim agar memperkuat posisi sebagai regional champion, mengoptimalkan KUB melalui sinergi bisnis.
Selain itu ia juga meminta penguatan ekosistem pada masing-masing daerah serta optimalisasi potensi produk Syariah, mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan Jconnect, meningkatkan pembiayaan sektor produktif khususnya UMKM, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” tegasnya.
Momentum RUPS sendiri menurutnya harus menjadi penguatan komitmen untuk terus berinovasi, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan kinerja yang berkelanjutan.
Oleh sebab itu Ia mengajak seluruh jajaran Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank Jatim untuk terus melangkah dengan semangat kolaboratif dan penuh integritas, dalam membangun institusi yang semakin kuat dan membanggakan.
“Dengan sinergi yang solid, kita optimis Bank Jatim akan semakin berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah, menuju Jawa Timur yang semakin maju, berdaya saing, dan berkeadilan,” jelasnya.
Baca juga: Bank Jatim Luncurkan JConnect Terbaru, Fitur Super Canggih Bikin Nasabah Terpesona
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menilai RUPS bukan sekadar forum pertanggungjawaban, tetapi juga momentum refleksi dan penegasan arah ke depan, guna memperkuat peran Bank Jatim sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan mitra strategis pembangunan Jawa Timur.
"Peranan Bank Jatim sangat penting dalam mendukung posisi Jawa Timur sebagai Center of Gravity ekonomi Indonesia sekaligus Gerbang Baru Nusantara, dengan kontribusi besar terhadap PDB nasional dan pertumbuhan yang konsisten,” ucapnya.
Pada tahun 2025, Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua nasional dengan kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap PDB Indonesia dan 25,29 persen terhadap Pulau Jawa, serta mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,85 persen (y-on-y), lebih tinggi dari nasional yang sebesar 5,39 persen (y-on-y).
"Dan per 5 Mei kemarin telah disampaikan rilis bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan pertama year on year 5,96 persen, menjadi yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa," ungkapnya.
Capaian kinerja ini didukung oleh struktur ekonomi yang kuat, dengan sektor industri, perdagangan, dan pertanian sebagai penopang utama sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di Jawa Timur.
Begitu juga kinerja dari seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Timur yang tentu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
“Artinya kinerja Bupati, Wali Kota dan semua pihak termasuk pengusaha, buruh di sektor industri semua telah membangun sinergi yang luar biasa,” tuturnya.
Dalam upaya tersebut dibutuhkan dukungan sistem keuangan daerah yang kuat, adaptif, dan mampu menjembatani kebutuhan pembiayaan pembangunan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, peran Bank Jatim menjadi sangat strategis sebagai institusi keuangan daerah yang tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
“Bank Jatim memiliki posisi yang sangat strategis, tidak hanya dalam konteks perbankan daerah, tetapi juga dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional, hal ini tercermin dari jumlah anggota KUB,” tegasnya.
Diketahui Bank Jatim menaungi 5 anggota Bank KUB diantaranya NTB Syariah, NTT, Sulawesi Tenggara, Lampung dan Banten. Ini merupakan yang terbanyak diantara BPD lainnya yang menjadi induk KUB.