SURYA.CO.ID MOJOKERTO - Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan mertua yang dilakukan menantunya sendiri, di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (6/5/2026).
Pelaku S (40) diringkus ketika berupaya melarikan diri di daerah Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan membenarkan, petugas gabungan gabungan Resmob dan Jatanras telah mengamankan pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Akibat perbuatan pelaku menyebabkan mertuanya bernama Siti Arofah (54) meninggal dunia akibat luka benda tajam di leher.
Sementara Sri Wahyuni (35) yang merupakan istri pelaku mengalami luka sayatan di leher, kini dirawat intensif di RS Dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.
Baca juga: Kronologi Lengkap Menantu Mojokerto Habisi Mertua, Istri Kritis di Rumah Sakit
"Alhamdulillah, kurang dari enam jam pelaku berhasil ditangkap di wilayah Asemrowo, Surabaya. Peristiwa sekitar 8.30 WIB dan penangkapan pelaku sekitar pukul 14.00 WIB," ujar AKP Aldhino dalam konferensi pers di Polres Mojokerto, Rabu (6/5) sore.
Menurutnya, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku S di ruangan Sat Reskrim Polres Mojokerto.
"Motif dan modus pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia masih terus kita selidiki," jelasnya.
Dikatakan AKP Aldhino, penangkapan pelaku dibantu Polsek Asemrowo yang sekilas melihat terduga pelaku naik angkutan umum bus Trans Jatim.
Pelaku disergap usai turun bus lalu diamankan menuju Polres Mojokerto.
Baca juga: BREAKING NEWS Menantu Bunuh Mertua di Puri Mojokerto, Juga Aniaya Istri Hingga Sekarat
Hasil penyidikan sementara, pelaku S sempat diantar kerabatnya usai berjalan kaki dari TKP (Tempat kejadian perkara) menuju halte bus.
"Masih terus kita dalami, akan diperiksa semuanya termasuk si pengantar yang bersangkutan," bebernya.
AKP Aldhino menyebut, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari forensik RS Bhayangkara Pusdik Porong Sidoarjo guna memastikan penyebab kematian korban.
Pelaku diduga menggunakan pisau untuk melukai korban hingga mengenai organ vital yang menyebabkan sang mertua meninggal.
"Kita intens komunikasi dengan dokter forensik untuk mengetahui pasti penyebab korban meninggal, nanti pasti akan kita sampaikan," pungkasnya.
Kasat Reskrim AKP Aldhino menambahkan, bahwa kondisi terkini istri pelaku yang juga menjadi korban penganiayaan, masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
"Luka di leher, benda tajam. Kita masih terus selidiki," tukasnya.
Sebelumnya, saksi mata Ketua RT M Suroto mengungkapkan pelaku sempat mengunci kedua korban kemudian membuang kunci ke ruangan tamu dari luar rumah.
Akibat kejadian ini satu korban tewas dan satu kritis dalam perawatan di IGD RS Mojokerto.
"Korbannya ada dua, yang satu meninggal di TKP itu Bu Arofah mertuanya pelaku. Lalu, Bu Yuni istri pelaku ditemukan di ruangan belakang saat ini berupaya ditolong ke rumah sakit," tutupnya.