Identitas Sopir-Penumpang Tewas Terbakar saat Tragedi Mobil Tangki vS Bus ALS di Muratara
Hendrik Budiman May 06, 2026 09:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Tragedi kecelakaan Bus ALS versus mobil tangki di Muratara yang menelan 16 korban jiwa membuat masyarakat penasaran dengan sosok di balik perusahaan otobus ALS.

Diketahui, tragedi kecelakaan maut antarabus Antar Lintas Sumatera (ALS) terlibat tabrakan dengan mobil tangki milik Seleraya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (06/05/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dikutip dari Kompas.com, pendiri dan pemilik ALS, Haji Sati Lubis, mendirikan perusahaan otobus (PO) ini pada tahun 1966. 

Kepanjangan ALS adalah Antar Litas Sumatera. Awalnya, Haji Sati Lubis sebenarnya adalah pedagang hasil pertanian. 

Saat itu, ia membeli truk untuk mengangkut panen dari Kotanopan di Mandailing Natal ke Medan. 

Namun ternyata, truknya ini sering dimuati penumpang. Dari situlah terbesit ide untuk mengganti truk dengan bus yang layak untuk mengangkut orang. 

Baca juga: 16 Jenazah Korban Bus ALS Vs Mobil Tangki di Muratara Belum Dikenali, RS Hanya Beri Nomor Urut

PO ini hanya melayani rute pendek yakni Medan-Kotanopan dan kemudian memperpanjang rutenya dari Medan ke Bukittinggi. 

Seiring mulai ramainya orang Sumatera yang merantau ke Jawa, pemilik bus ALS kemudian memperjang rutenya ke Bekasi dan Jakarta. 

Pada tahun 1972, ALS sudah melayani trayek dari kota-kota besar di Sumatera menuju ke Jawa seperti Banda Aceh, Jambi, Padang, Parapat, Pekanbaru, Padang Sidempuan, dan sekitarnya. 

Bahkan, pemilik ALS memperpanjang trayeknya sampai Jember, Jawa Timur. 

Jarak Medan ke Jember mencapai lebiih dari 2.700 kilometer dan waktu tempuh sekitar 3 hingga 4 hari. 

Sepanjang era 1970-an hingga 1980-an, ALS menjadi perusahaan otobus pertama yang berani membuka trayek Medan–Jakarta, melewati berbagai medan berat di Pulau Sumatera, yang kala itu masih minim infrastruktur. 

Hal ini menjadikan ALS sebagai pelopor rute lintas Sumatera-Jawa, dengan perjalanan panjang yang bisa memakan waktu lebih dari 3 hari. 

Siapa pemilik ALS saat ini? 

Dalam operasionalnya, kepemilikan PO bus ini terbilang cukup unik. 

Meski manajemen di bawah pimpinan Chandra Lubis, bus-bus yang jadi armada ALS dimiliki beberapa pihak, beberapa di antaranya masih satu keluarga. PO ALS memiliki sistem manajemen yang unik. 

Sebagian besar armadanya bukan milik pusat atau PT ALS Medan, melainkan dimiliki oleh perorangan (partner atau pemilik unit) yang kemudian beroperasi di bawah bendera ALS. 

Anggota Forum Bismania Indonesia, Asrul Arifin Siregar mengatakan, untuk mengetahui siapa pemilik armadanya, bisa dilihat dari nomor yang ada dibelakang atau ujung. 

“Nomor ujung 1 sekarang direksi PO ALS, bapak Chandra Lubis. Nomor ujung 2 sudah vakum lama, ujung 5 milik Japayarko, 7 Raja Ali Lubis dan 8 milik Abdul Wahab Lubis. Cuma kalau sekarang rata-rata sudah generasi kedua yang pegang,” ucap Asrul kepada Kompas.com pada 21 November 2020. 

Selain itu, seiring berjalannya waktu, karena sudah dipegang oleh anak dan cucu dari pemilik ALS pertama, nomor pintu saat ini sudah banyak yang acak. 

Hal ini dikarenakan jumlah bus juga yang turut bertambah, jadi nomor pintunya sudah acak. 

“Misalnya seperti nomor ujung 9 milik keluarga Nursewan, karena sekarang sudah dipegang ayah saya, seiring bertambahnya armada, nomor pintu ujung 20, 63 dan 86 juga ada,” ucap Sewan Delrizal Lubis, generasi ketiga dari salah satu pemilik armada PO ALS kepada Kompas.com. 

Jadinya, ada beberapa pemilik bus ALS. 

Selain trayek reguler, PO ALS juga melayani angkutan pariwisata, charter, dan mudik lebaran yang menjadi momen tersibuk setiap tahunnya. 

Ketika musim mudik tiba, ALS akan mengerahkan puluhan bahkan ratusan armada tambahan untuk memenuhi lonjakan permintaan. 

Beberapa merek karoseri yang digunakan oleh PO ALS termasuk Adiputro, Laksana, dan Morodadi Prima, yang menyediakan bodi bus seperti Jetbus, Legacy, dan lainnya. 

Mesin bus berasal dari merek ternama seperti Mercedes-Benz, Hino, dan Scania.

16 Jenazah Belum Bisa Dikenali

Tragedi kecelakaan maut antarabus Antar Lintas Sumatera (ALS) terlibat tabrakan dengan mobil tangki milik Seleraya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (06/05/2026) sekitar pukul 12.00 WI,  menyisakan pilu mendalam. 

Sebanyak 16 jenazah korban hingga kini belum berhasil dikenali karena kondisi tubuh yang sulit diidentifikasi, sehingga petugas rumah sakit terpaksa memberi nomor urut pada masing-masing jenazah.

Para korban dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

BUS KECELAKAAN MAUT -- Kondisi bus ALS yang mengalami kecelakaan lalu terbakar di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Berdasarkan informasi dari keterangan polisi, pengemudi mobil tangki Seleraya, Yanto, dan penumpangnya, Martini, dilaporkan tewas terbakar di dalam setelah kendaraan mereka dihantam bus ALS yang keluar jalur
BUS KECELAKAAN MAUT -- Kondisi bus ALS yang mengalami kecelakaan lalu terbakar di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Berdasarkan informasi dari keterangan polisi, pengemudi mobil tangki Seleraya, Yanto, dan penumpangnya, Martini, dilaporkan tewas terbakar di dalam setelah kendaraan mereka dihantam bus ALS yang keluar jalur (TribunBengkulu.com/Dokumentasi/Warga)

Humas RS Siti Aisyah, Yassir Watera mengatakan, untuk kelanjutannya 16 kantong ini dititipkan oleh Polres Muratara karena hanya RS Siti Aisyah yang memiliki ruang pemulasaraan jenazah.

"Jadi sebelum ada perintah dari kepolisian, kami tidak berani apa-apa. Buka (kantong jenazah) saja tidak berani kami," kata Yassir pada Tribunsumsel.com.

Yassir menyampaikan untuk nama-namanya belum didapatkan, tetapi sekarang dinomorkan sesuai dengan urutan nomor kantong jenazah yang masuk.

"Begitu turun langsung saya nomorkan, totalnya 16 kantong. Kami menerimanya pukul 17.00 WIB," ungkapnya.

Kemudian untuk korban yang selamat belum diketahui karena tidak ikut dibawa ke RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

"Yang dirawat (4 korban selamat) tidak ada di sini. Untuk tindak lanjutnya, kami menunggu dari pihak kepolisian," ujarnya.

Identitas Sopir dan Penumpang Mobil Tangki

Kecelakaan tragis antara Bus ALS dan mobil tangki di Muratara menewaskan sopir serta penumpang mobil tangki dalam kondisi terbakar.

Keduanya dilaporkan tewas mengenaskan setelah kendaraan yang ditumpangi terbakar usai tabrakan hebat di Jalan Lintas Sumatera.

Diketahui, bus Antar Lintas Sumatera (ALS) terlibat tabrakan dengan mobil tangki milik Seleraya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (06/05/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan sumber kepolisian di lapangan, pengemudi mobil tangki Seleraya, Yanto dan penumpangnya Martini.

Keduanya dilaporkan tewas terbakar di dalam setelah kendaraan mereka dihantam bus ALS yang keluar jalur.

Sementara para korban dari bus ALS hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi  pihak kepolisian.

Dari dari informasi diperoleh, total seluruh korban tewas dalam kecelakaan ini berjumlah 16 orang. 

Kasat Lantas Polres Lubuklinggau, AKP M Karim, membenarkan kejadian tersebut dan saat ini polisi masih berada di lapangan melakukan identifikasi.

"Iya benar ada kecelakaan, kita sekarang masih berada di lapangan," singkatnya.

Peristiwa tragis ini bermula saat bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi diduga hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan. 

Di saat bersamaan, muncul mobil tangki R6 Seleraya dari arah berlawanan (Jambi menuju Lubuklinggau).

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan. 

Benturan keras tersebut memicu kobaran api yang dengan cepat menghanguskan kedua kendaraan besar tersebut serta satu unit sepeda motor yang berada di lokasi.

Pihak kepolisian telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mencatat sejumlah barang bukti yang seluruhnya dalam kondisi hangus terbakar:

  • 1 Unit Mobil Tangki Seleraya (Kondisi terbakar).
  • 1 Unit Mobil Bus ALS (Nomor polisi belum diketahui, kondisi terbakar).
  • 1 Unit Sepeda Motor (Nomor polisi belum diketahui, kondisi terbakar).

Detik-detik Tabrakan Maut Bus ALS

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera setelah sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bertabrakan dengan mobil tangki. 

Insiden tragis tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka hingga harus mendapat perawatan medis.

Kecelakaan maut itu terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), pada Rabu (6/5/2026).

Sebelumnya 6 orang, kabar terbaru menyebut total ada 16 orang yang dilaporkan tewas dalam peristiwa ini. 

Dari informasi dihimpun, jumlah yang meninggal dari BUS ALS berjumlah 14 orang. 

Sedangkan 2 orang lagi dari mobil Tangki BBM, sehingga totalnya 16 orang meninggal dunia.

Sementara penumpang selamat diinformasikan 4 orang, kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, 3 luka mengalami  bakar serius, dan 1 lecet-lecet.

Insiden ini memicu kepanikan luar biasa bagi para penumpang dan warga sekitar hingga histeris.

Berdasarkan rekaman video amatir yang dibagikan akun Facebook Wak Peci Harahap Labusel, api melalap habis seluruh badan bus dengan sangat cepat. 

Diketahui, bus ALS tersebut menabrak sebuah mobil tangki minyak yang diduga melintas dari arah Kabupaten Muratara menuju Kota Lubuklinggau.

Setibanya di lokasi kejadian, kedua kendaraan tersebut terlibat tabrakan hebat.

Tumpahan minyak dari mobil tangki diduga langsung menyambar kedua kendaraan hingga memicu kebakaran besar.

Dalam video berdurasi 9 menit 35 detik tersebut, terlihat kobaran api raksasa disertai asap hitam tebal yang membumbung tinggi ke langit.

Suasana di tengah jalan lintas tersebut berubah menjadi sangat mencekam, ditambah dengan beberapa kali suara ledakan kecil yang diduga berasal dari ban atau tangki bahan bakar bus.

Kerumunan warga tampak menyaksikan kejadian dari jarak aman di pinggir jalan dan area perkebunan sawit sekitarnya.

Tidak sedikit warga yang syok melihat armada transportasi legendaris itu ludes hanya dalam hitungan menit.

"Coba telepon PLN, telepon Damkar!" teriak salah seorang warga di lokasi kejadian.

Perekam video juga terdengar memberikan informasi mengenai situasi tersebut.

"Di Karang Jaya, kejadian mobil bertumburan langsung kebakaran," katanya.

Bahkan, suasana makin dramatis saat terdengar suara kekhawatiran mengenai nasib para penumpang.

"Penumpangnya hampir kena bakar semua, tidak dapat turun," sambungnya dengan nada panik.

"Aduh, kepala manusia itu!" ujar warga lain yang menyaksikan api menghanguskan kendaraan.

Di lokasi, beberapa barang bawaan penumpang tampak berserakan di aspal jalan karena tidak sempat dievakuasi akibat api yang menjalar terlalu cepat.

Terlihat pula tumpahan buah-buahan dari sejumlah karung yang pecah.

Sejumlah warga setempat mencoba tetap berada di jarak aman, sementara yang lain sibuk mendokumentasikan kejadian tersebut.

Terlihat pula petugas lapangan yang mengenakan rompi keselamatan oranye dan helm kuning sudah berada di area lokasi untuk melakukan penanganan serta pemantauan kondisi terkini di lapangan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.