3 Warga Pati Selamat Usai Melompat Melalui Jendela, Bus ALS Terbakar Selepas Tabrak Truk BBM
deni setiawan May 07, 2026 02:56 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, MURATARA - Kecelakaan memilukan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan pada Rabu (6/5/2026) siang.

Bus ALS tujuan Medan bertabrakan dengan truk tangki BBM. Akibat benturan keras, kedua kendaraan tersebut terbakar.

Bahkan satu sepeda motor yang berada di dekat lokasi kejadian pun ikut terbakar.

Akibat kecelakaan itu, 16 orang meninggal dan empat lainnya terluka.

Baca juga: Detik-detik Bus ALS dan Truk BBM Terbakar di Muratara, 16 Tewas: Saking Dahsyatnya Benturan

• Kecelakaan Tragis di Muratara, Bus ALS Tabrak Truk BBM, 16 Tewas Terbakar

Tiga penumpang bus ALS tujuan Medan selamat dari kecelakaan maut di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) siang.

Mereka selamat setelah melompat keluar melalui jendela saat api mulai membakar badan bus.

Ketiga korban selamat yakni Ngadiono Bin Wage (44) dan istrinya Jumiatun Binti Surip (34), warga Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, serta M Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, Kabupaten Pati.

Akibat kejadian itu, Ngadiono mengalami luka bakar di wajah dan tangan.

Sementara Jumiatun dan M Tahrul mengalami luka bakar serius dan kini dirawat intensif di Ruang ICU RSUD Rupit.

Firasat Buruk Penumpang

Ngadiono menyebut sudah memiliki firasat tidak baik sejak sebelum keberangkatan.

Dia menilai kondisi bus yang ditumpangi tidak layak jalan.

“Dari awal kami sudah punya firasat tidak enak, karena melihat kondisi bus seperti tidak layak,” katanya, Rabu (6/5/2026).

Namun karena tiket tidak bisa dikembalikan dan keterbatasan biaya, dia tetap melanjutkan perjalanan dari Kabupaten Pati menuju Medan. 

“Karena tiket tidak bisa dikembalikan dan kami tidak punya uang lagi, akhirnya kami tetap berangkat,” ujarnya.

Selama perjalanan, bus disebut beberapa kali mengalami gangguan. Mulai dari kekeringan air radiator hingga kebocoran oli.

Puncak kejadian terjadi saat terdengar benturan keras yang langsung diikuti kobaran api besar.

Bus ALS menabrak truk tangki BBM dan langsung terbakar.

“Saya dengar benturan keras, api sudah membesar. Saya dan istri langsung lompat keluar melalui jendela,” kata Ngadiono.

Tak lama kemudian, satu penumpang lain juga berhasil menyelamatkan diri dengan cara yang sama.

Setelah keluar, mereka hanya bisa menyaksikan api membesar disertai suara ledakan. Sementara penumpang lain terjebak di dalam bus.

“Kami hanya bisa melihat penumpang lain terjebak di dalam bus. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Baca juga: Miris, Ibu Hamil 8 Bulan Dianiaya Suami, Pemicunya Gadai Motor Istri Tanpa Izin

• Viral Kelakuan Bejat Guru SMP di Wonogiri, Lecehkan Siswi saat Pemberangkatan Study Tour

Diduga Hindari Lubang 

Sebelumnya, polisi menduga kecelakaan terjadi saat bus ALS mencoba menghindari lubang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Kasatlantas Polres Muratara, AKP M Karim menjelaskan, bus yang melaju dari Lubuklinggau menuju Jambi itu berbelok ke kanan dan bertabrakan dengan truk tangki BBM dari arah berlawanan.

“Bus ALS diduga menghindari lubang sehingga adu kambing dengan truk BBM,” kata AKP M Karim.

Benturan tersebut memicu kebakaran hebat yang menyebabkan banyak korban jiwa dalam kecelakaan itu. 

Data sementara, total 16 orang tewas terdiri dari 14 orang di dalam bus dan 2 orang dari truk tangki BBM.

Berangkat dari Kaligawe Semarang

Bus ALS yang mengalami kecelakaan dahsyat hingga terbakar di Muratara itu berangkat dari agen Jalan Raya Kaligawe KM 5 Semarang.

Perwakilan ALS di Kaligawe Semarang menyatakan bus tersebut memang berangkat dari poolnya dengan membawa beberapa penumpang. 

"Ya, bus berangkat dari Semarang. Memang ada penumpang dari luar kota seperti Kabupaten Pati dan Tegal."

"Penumpang dari Pati itu ke Semarang, naiknya di Kaligawe," kata perwakilan ALS yang menolak menyebutkan namanya kepada Tribunjateng.com.  

Menurutnya, penumpang yang berasal dari Semarang hanya lima orang, selebihnya dari luar kota.

Dia menyebut, keluarga korban dan Jasa Raharja sudah datang ke agen setelah mendengar kecelakaan tersebut.

Perwakilan ALS itu tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai waktu keberangkatan serta data para penumpang.

Dia berkilah keluarga korban dan pihak terkait sudah mendapatkannya. (Kompas.com/Reza Gustav)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.