Sentra Medika Hospital Minut Gelar Edukasi dan Pelatihan Kesehatan di Universitas De La Salle Manado
Handhika Dawangi May 07, 2026 05:36 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sentra Medika Hospital Minahasa Utara (Minut) melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan kesehatan.

Kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Direktur Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dr. Ivan Wijaya Widiatomo, MARS menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif yang terus dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus bentuk sinergi dengan institusi pendidikan dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan.

"Sentra Medika Hospital Minahasa Utara merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berkomitmen memberikan layanan medis yang berkualitas serta aktif dalam kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial institusi," ujar dia dalam rilis yang diterima Tribun Manado, Rabu (6/5/2026). 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026 ini bertempat di Universitas De La Salle Manado, dengan mengangkat tema “Masa Depan Cerdas tanpa HIV/AIDS”. 

Selain itu, kegiatan ini juga mencakup edukasi terkait Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Rangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan ini menghadirkan tenaga kesehatan profesional sebagai narasumber, yaitu:

  • dr. Desry Novrianto Tumonglo yang membawakan materi Program Nasional HIV/AIDS dengan fokus pada pentingnya pencegahan, deteksi dini, serta peningkatan kesadaran untuk menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 
  • Ns. Ismanto Pondoki, S.Kep yang menyampaikan materi mengenai Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), dengan penekanan pada penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta pencegahan penularan infeksi di lingkungan sehari-hari. 
  • Ari Rorimpandei, A.Md.Kep yang memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), meliputi keterampilan dasar dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan seperti henti napas dan henti jantung. 

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika yang menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi berlangsung. 

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam situasi nyata.

"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar serta mampu memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat," ujar dr. Ivan Wijaya Widiatomo, MARS. (advertorial) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.