Sosok Martini, Wanita yang Berada di Truk Tangki Tewas Bersama Sopir saat Kecelakaan Bus ALS
Rusaidah May 07, 2026 09:43 AM

 

BANGKAPOS.COM – 16 orang dilaporkan menjadi korban kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (6/5/2026) siang.

Sebanyak 14 korban merupakan penumpang Bus ALS.

Sedangkan, 2 korban tewas lainnya dari truk tangkui BBM.

Baca juga: Firasat Buruk Sejak Awal, Tiga Penumpang Nekat Lompat Keluar Jendela saat Bus ALS Mulai Terbakar

Keduanya yakni, awak truk tangki BBM, Yanto, sopir truk tangki BBM PT Seleraya dan Martini.

Yanto merupakan warga Belani, Kabupaten Muratara, Sumsel.

SosokMartini

Belum diketahui pasti mengapa Martini berada di dalam truk tangki tersebut.

Informasi yang beredar Martini adalah penumpang di dalam truk tersebut.

Namun ada juga yang menyebut Martini adalah kernet truk tangki naas itu.

Menurut keterangan polisi, Martini berada di truk bersama sopir bernama Yanto dan keduanya meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Martini disebut-sebut sebagai kernet di dalam truk tangki itu.

Sopir dan Kernet Bus ALS Tewas

Sementara itu korban tewas dari Bus ALS total 14 orang.

Sebagian besar korban merupakan penumpang bus tersebut.

KECELAKAAN
KECELAKAAN (Kolase Ist | Instagram)

Sopir Bus ALS bernama Alif (44 tahun), warga Jawa Tengah ikut meninggal.

Alif memiliki dua kernet, yakni Saf (50), meninggal dunia dan M Fadli.

M Fadli dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka gores.

Jenazah Korban Diidentifikasi

Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan, berdasarkan keterangan kernet bus yang selamat, bus oleng menghindari sesuatu saat melintas di lokasi kejadian.

"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lain. Kemudian terjadi tabrakan depan, sementara mobil tangki posisinya membawa minyak yang akan dibongkar," kata Karim kepada wartawan.

Baca juga: Harga Token Listrik 7–10 Mei 2026, Segini Dapat kWh Beli Rp50 Ribu atau Rp100 Ribu Daya 1.300 VA

Karim mengungkapkan penyebab kebakaran diduga berasal dari minyak mentah yang menyambar ke mobil saat kecelakaan.

Jenazah para korban dievakuasi di RS Siti Aisyah sambil menunggu keluarga korban.

"Sejauh ini pihak keluarga sudah mengirim data ke Polres Muratara. Kemudian ke depan mungkin ada ciri-ciri khusus yang mereka kenali," bebernya.

Untuk saat ini jenazah dititipkan di rumah sakit terlebih dahulu.

Nantinya pihak Laboratorium Forensik (Labfor) yang akan mengidentifikasi secara langsung.

"Lalu ke depan mungkin akan diumumkan, kemudian untuk sopir truk tangki BBM itu sudah diketahui identitasnya, yakni warga Belani, Kabupaten Muratara," ungkapnya.

4 Korban Selamat Dirawat 

Empat korban selamat kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit. 

Kondisi para korban dilaporkan sangat memprihatinkan akibat luka bakar serius yang diderita.

Dari empat korban tersebut, dua orang telah teridentifikasi sebagai pasangan suami istri bernama Jumiatun dan Ngadiono, warga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

KONDISI BUS ALS – Kondisi bus ALS yang hangus setelah menabrak mobil truk tangk muata minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan hingga menyebabkan 16 orang tewas, Rabu (6/5/2026).
KONDISI BUS ALS – Kondisi bus ALS yang hangus setelah menabrak mobil truk tangk muata minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan hingga menyebabkan 16 orang tewas, Rabu (6/5/2026). (Dokumentasi Polisi)

Sementara itu, identitas dua korban selamat lainnya masih dalam proses konfirmasi oleh pihak terkait.

Pantauan di lapangan, dua korban saat ini dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan dua lainnya harus mendapatkan penanganan khusus di ruang ICU.

Seluruh korban mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuh.

Baca juga: Kadishub Palembang Dicopot Buntut 19 Bawahannya Viral Ribut Razia Ilegal yang Picu Tabrakan Beruntun

Sujiati, salah seorang kerabat korban, mengungkapkan Jumiatun dan Ngadiono berangkat dari Jawa Tengah dengan tujuan Medan, Sumatera Utara, untuk merantau.

"Mereka berangkat dari Pati menuju Medan untuk mencari kerja. Saya awalnya tahu informasi kecelakaan ini dari media sosial Facebook, lalu keluarga di Jawa menghubungi saya untuk mengecek," tutur Sujiati saat ditemui di RSUD Rupit, Rabu (6/5/2026) malam.

Ia menambahkan, pihak keluarga termasuk anak korban telah dihubungi dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Muratara.

Bus Berangkat dari Semarang

Bus ALS diketahui berangkat dari agen di Jalan Raya Kaligawe Km 5, Kota Semarang, Jawa Tengah dengan membawa penumpang dari berbagai daerah. 

Perwakilan ALS di Kaligawe menyebut, hanya lima penumpang yang naik dari Semarang, sementara lainnya berasal dari luar kota seperti Pati dan Tegal.

"Ya, bus berangkat dari Semarang. Memang ada penumpang dari luar seperti Pati dan Tegal. Mereka ke Semarang dulu, baru naik dari sini," ujar perwakilan ALS yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, keluarga korban dan pihak Jasa Raharja telah mendatangi agen setelah kabar kecelakaan menyebar. 

Namun, pihaknya tidak bersedia membeberkan detail data penumpang maupun waktu keberangkatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB. 

Bus ALS saat itu melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru.

Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, diduga muncul percikan api dari bagian bus. 

Pengemudi kemudian berusaha mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Namun nahas, dari arah berlawanan melaju sebuah truk tangki bermuatan BBM dengan kecepatan tinggi. 

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan maut tak terhindarkan.

Baca juga: Berawal Cari Suami, Dosen DK Malah Digerebek Istri Sah di Indekos, Jabatan Wakil Dekan Dicopot

Benturan keras tersebut langsung memicu kobaran api hebat. 

Dalam hitungan menit, api melahap bus, truk tangki, hingga satu sepeda motor yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim menyebut sepeda motor tersebut adalah milik salah satu penumpang Bus ALS.

"Sementara untuk keberadaan sepeda motor, itu milik penumpang dalam bus ALS tersebut," ujar AKP M Karim.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengungkapkan total korban meninggal mencapai 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus ALS, satu sopir truk tangki, dan satu kernet.

"Seluruh korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke RS Siti Aisyiah Lubuklinggau untuk proses identifikasi," ujarnya.

Sementara itu, empat korban lainnya berhasil selamat, meski dalam kondisi luka. 

Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius, sedangkan satu korban mengalami luka ringan dan kini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

"Yang selamat ada empat orang. Tiga luka bakar serius dan satu luka ringan," tambah Mugono.

Baca juga: Bukan Rekening Dormant, Ternyata Pembunuh Kacab Bank BUMN Incar Dana Buronan Cheryl Darmadi Rp455 M

Di antara korban selamat, terdapat penumpang asal Pati, Jawa Tengah yang sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Karang Jaya sebelum dirujuk untuk perawatan lebih lanjut.

Identitas korban tewas masih dalam proses pendataan pihak kepolisian.

dan

Empat Korban Selamat Bus ALS Terbakar dalam Kondisi Memprihatinkan Dirawat Intensif di RSUD Rupit

(Sripoku.com/Eko Hepronis) (Tribunnews.com/TribunSumsel.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.