Pramono Anung Turut Kecewa Laga Persija vs Persib Batal Digelar di SUGBK
Rheina Sukmawati May 07, 2026 09:48 AM

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku turut merasakan kekecewaan laga Persija Jakarta vs Persib Bandung batal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Laga bertajuk El Clasico itu akan tersaji dalam pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Ada beberapa alasan venue pertandingan berlangsung di Stadion Segiri, di antaranya kepadatan jadwal acara di Jakarta pada bulan Mei, faktor keamanan, dan bentroknya jadwal pertandingan lain di Pulau Jawa (untuk opsi venue di luar Jakarta).

"Saya jawab, saya termasuk yang kecewa. Jadi bukan hanya Jakmania atau siapa, saya termasuk yang kecewa," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta,  Rabu (6/5/2026), dikutip dari Kompas.com.

Pramono menjelaskan, ia menerima kunjungan dari Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri pada Selasa (5/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyampaikan bahwa pertandingan tidak bisa digelar di SUGBK.

Meskipun kecewa, Pramono Anung menegaskan bahwa ia memahami alasan di balik keputusan tersebut.

Baca juga: Persib Bandung Unggul Head to Head dari Persija Jakarta, Bojan Hodak: Kami Coba Lanjutkan

Menurut Pramono Anung, langkah tersebut diambil demi menjaga situasi Ibu Kota tetap kondusif.

“Saya sebagai Gubernur karena ada reasoning atau alasan yang menurut saya sangat-sangat masuk akal."

"Bagaimanapun saya lebih baik menjaga Jakarta tetap adem, ayem, tentrem. Itu yang lebih utama,” kata Pramono.

Sebelumnya, pemindahan venue pertandingan dari Jakarta ke Samarinda ini dilakukan setelah adanya saran dari Baintelkam Polri.

"Liga memutuskan untuk digelar di Kalimantan Timur, ya di Samarinda tepatnya."

"Waktunya sama, tanggal 10 jamnya tetap 15.30 WIB," ujar Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Persib Hormati Penyesuaian Venue

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan, pihaknya menghargai seluruh keputusan yang telah ditetapkan operator kompetisi bersama stakeholder terkait demi kelancaran penyelenggaraan kompetisi.

"Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh I.League terkait penyesuaian venue pertandingan," kata Adhitia, dilansir dari laman resmi klub, Rabu. 

"Kami memahami keputusan tersebut diambil melalui koordinasi bersama berbagai pihak dan mempertimbangkan kepentingan kompetisi secara menyeluruh," ujar Adhitia.

Ia juga menegaskan bahwa dalam proses penetapan keputusan tersebut, Persib tidak pernah melakukan intervensi apa pun terhadap operator kompetisi. 

"Sebagai klub profesional, Persib senantiasa menghormati kewenangan operator liga dalam mengambil keputusan terkait kompetisi." 

"Kami tidak pernah mengintervensi proses maupun keputusan yang menjadi otoritas operator liga," tegasnya.

Menurutnya, Persib Bandung selalu siap bertanding di stadion mana pun dan akan senantiasa menghormati seluruh regulasi yang telah ditetapkan operator kompetisi. 

"Bagi Persib, pertandingan adalah bagian dari profesionalisme. Kami selalu siap bertanding di stadion mana pun dan akan selalu menghormati serta menaati seluruh regulasi maupun keputusan yang ditetapkan operator liga," lanjutnya.

Adhitia menambahkan, fokus utama Persib saat ini adalah menjaga kesiapan tim agar dapat tampil maksimal dalam pertandingan mendatang. 

"Kami ingin memastikan seluruh persiapan tim berjalan dengan baik agar Persib dapat tampil optimal dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas," katanya.

Baca juga: Persija vs Persib di Segiri, Dandri Sindir Tim yang Tak Siap Gelar Laga Home: Jangan Terulang Lagi

Ia juga mengajak seluruh bobotoh untuk terus memberikan dukungan positif kepada tim dengan tetap menjaga ketertiban dan suasana sepak bola yang kondusif. 

"Kami percaya bobotoh selalu mampu menunjukkan dukungan yang dewasa, positif, dan penuh kecintaan terhadap klub." 

"Dukungan tersebut tentunya menjadi energi penting bagi tim dalam menjalani setiap pertandingan," ujarnya.

Selain itu, ia berharap pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung dapat berlangsung aman, lancar, dan menjadi momentum positif bagi sepak bola Indonesia.

"Rivalitas dalam sepak bola merupakan bagian dari dinamika kompetisi. Namun yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga semangat sportivitas, rasa saling menghormati, dan menjadikan sepak bola sebagai ruang pemersatu," tutup Adhitia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.