TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyoroti fenomena perpindahan kartu keluarga (KK) demi meloloskan calon siswa pada jalur zonasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Munafri menegaskan, proses penerimaan murid baru harus berjalan sesuai sistem yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Munafri, penerapan sistem yang baik penting untuk memastikan proses penerimaan siswa berlangsung adil dan transparan.
“Saya ingin memastikan bahwa penerimaan murid baru ini dipastikan kita menggunakan sistem,” ujar Munafri di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Kamis (7/5/2026).
Munafri mengatakan, seluruh pihak harus mendukung pelaksanaan SPMB agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Ia meminta Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan orang tua murid saling memahami posisi masing-masing.
Menurutnya, aturan zonasi dibuat untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan di setiap wilayah.
Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada upaya memaksakan masuk ke sekolah tertentu dengan cara memindahkan KK.
“Kalau umpamanya dia ada zonasi, lalu jangan dipaksain lagi pindah kartu keluarga lah, memaksakan di wilayah itu,” kata Munafri.
Munafri menilai praktik tersebut justru dapat merusak tujuan utama sistem zonasi yang mengedepankan pemerataan siswa.
Ia menyebut dampak yang muncul adalah adanya sekolah tertentu yang dipenuhi pendaftar, sementara sekolah lain kekurangan siswa.
“Jadi akhirnya nanti ada satu sekolah yang penuh, ada satu sekolah yang tidak ada pendaftarnya,” ujarnya.
Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi keseimbangan proses belajar mengajar di sekolah.
Munafri menegaskan pemerintah ingin memastikan seluruh sekolah mendapatkan distribusi siswa yang merata.
Menurutnya, semua sekolah harus diberi kesempatan berkembang dengan jumlah peserta didik yang proporsional.
Ia juga meminta masyarakat tidak hanya berfokus pada sekolah-sekolah favorit semata.
Munafri menilai kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan secara merata di seluruh sekolah di Kota Makassar.
Karena itu, pelaksanaan jalur zonasi harus dijalankan sesuai aturan tanpa manipulasi administrasi kependudukan.
“Nah ini kita harus lakukan sebuah pemerataan untuk memastikan jalur-jalur dan pergunakan anak-anak masuk sekolah itu benar-benar bisa tersaring dengan baik,” pesannya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar,Achi Soleman, menjelaskan, jalur pendaftaran SPMB Kota Makassar dibagi dua kategori, jalur domisili dan non domisili.
Untuk jalur non domisili, terdapat beberapa skema yang bisa dipilih calon peserta didik sesuai kondisi masing-masing.
Antara lain jalur afirmasi, jalur mutasi, dan jalur prestasi.
Jalur afirmasi diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.
Termasuk penyandang disabilitas, sebagai upaya memperluas akses pendidikan inklusif di Makassar.
“Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada kelompok rentan agar tidak tertinggal dalam pendidikan,” kata Achi Soleman.
Selain itu, tersedia jalur mutasi bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua.
Syaratnya, harus melampirkan surat mutasi resmi.
Disdik juga membuka jalur prestasi akademik yang menggunakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai dasar seleksi.
Sementara itu, jalur prestasi non akademik diberikan bagi siswa yang memiliki penghargaan di bidang olahraga, seni, maupun budaya.
“Prestasi tidak hanya soal nilai, tetapi juga bakat dan kemampuan lain yang perlu dihargai,” jelasnya.
Untuk jalur domisili, seleksi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah tujuan.
Sistem ini menggunakan koordinat pada Kartu Keluarga untuk meminimalisir potensi manipulasi data zonasi.
Achi menegaskan, penggunaan teknologi ini diharapkan mampu menciptakan proses seleksi yang lebih objektif.
Pada jenjang TK, jalur yang tersedia adalah afirmasi dan domisili, dengan tambahan afirmasi sebagai kebijakan baru tahun ini.
Jenjang SD membuka tiga jalur, yakni afirmasi, domisili, dan mutasi.
Sementara untuk SMP, pilihan jalur lebih beragam.
Meliputi domisili, mutasi, prestasi non-akademik, prestasi akademik, dan afirmasi..
“Setiap jenjang memiliki karakteristik kebutuhan berbeda, sehingga jalurnya juga disesuaikan,” ujar Achi.
Terkait jadwal, Disdik Makassar telah menetapkan tahapan pendaftaran yang dimulai pada pertengahan Mei 2026.
Simulasi pendaftaran akan berlangsung pada 12 hingga 14 Mei untuk seluruh jenjang.
Berikut jadwal lengkap SPMB 2026 Makassar: