- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dirinya terus menjalin komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hal ini menyusul kabar bahwa AS dan Iran semakin dekat untuk mengakhiri perang melalui negosiasi.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (6/5/2026), Netanyahu mengklaim dirinya berbicara dengan Trump hampir setiap hari.
"Kami terus menjalin kontak dengan teman-teman kami di Amerika Serikat. Saya berbicara dengan Presiden Trump hampir setiap hari," kata Netanyahu.
Ia pun membantah spekulasi bahwa Israel terkejut dengan kabar bahwa AS-Iran selangkah lagi damai.
"Ada koordinasi penuh di antara kami. Tidak ada kejutan," tegasnya.
Netanyahu menegaskan bahwa tujuan utama perang AS-Israel adalah melumpuhkan kemampuan nuklir Iran.
Menurutnya, Trump optimis dapat mencapai kesepakatan itu dengan satu atau banyak cara.
Sebelumnya, Presiden AS mengklaim telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Iran dalam waktu 24 jam terakhir.
Menurutnya, Iran setuju dengan proposal AS terkait pembatalan program nuklir.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei.
Ia menegaskan, Teheran belum mengeluarkan tanggapan resmi terhadap proposal terbaru AS, tetapi terus bertukar pesan diplomatik melalui mediator Pakistan.
Baghaei pun menyebut ucapan Trump terlalu berlebihan.