Firasat Buruk Penumpang Bus ALS: Mobil Sudah Tak Layak, Terpaksa Ikut karena Tiket Tak Bisa Batal
Januar Imani Ramadhan May 07, 2026 11:42 AM

- Tragedi kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki bermuatan minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatra Selatan, Rabu (6/5/2026), menyisakan kisah pilu dari para korban selamat.

Sedikitnya 16 orang tewas, 14 di antaranya penumpang bus ALS.

Ngadiono (47), warga Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, menjadi salah satu penumpang yang selamat.

Dalam keterangannya di Puskesmas Karang Jaya, Ngadiono mengaku sudah merasakan firasat buruk sejak sebelum keberangkatan dari pool ALS di Jalan Kaligawe, Semarang.

Ia menyebut bahwa kondisi bus sudah tidak layak, namun ia terpaksa tetap berangkat karena tiket bus tidak bisa dibatalkan.

Ngadiono diketahui berangkat bersama istrinya, Jumiatun (42), menuju Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, untuk berdagang kasur.

Menurutnya, pada saat peristiwa tragis tersebut terjadi, benturan keras dengan truk tangki membuat bus langsung terbakar.

Ngadiono dan istrinya berpacu dengan waktu, memanjat jendela dan melompat keluar demi menyelamatkan diri.

Selain Ngadiono dan istrinya, satu penumpang lain, M Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, juga berhasil selamat.

Ia juga menyebut bahwa sepanjang perjalanan dirinya dan sang istri diliputi kekhawatiran besar.

Hal ini lantaran bus beberapa kali mengalami gangguan teknis, mulai dari radiator kering hingga oli berceceran. Namun, keterbatasan biaya membuat mereka tetap melanjutkan perjalanan.

Setelah berhasil keluar, Ngadiono hanya bisa menyaksikan kobaran api melahap bus, disertai suara ledakan dari dalam kendaraan.

Tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan transportasi, terutama terkait kelayakan kendaraan dan pengawasan perjalanan jarak jauh di jalur padat seperti Jalinsum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.