Daftar Nama 16 Korban Meninggal Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki Minyak di Muratara 
Rita Lismini May 07, 2026 01:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Berikut daftar nama 16 korban yang meninggal dunia di kecelakaan bus ALS dengan truk tangki minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel) pada Rabu (6/5/2026). 

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, kecelakaan ini menewaskan 16 orang. 

Di antara para penumpang bus ALS yang meninggal, terdapat tiga orang sekeluarga. Yakni pasangan suami istri Aldi Sulistiawan dan Rani, beserta anak mereka bernama Bela.

Sementara empat orang selamat dari peristiwa kecelakaan ini, tiga di antaranya masih dirawat di RSUD Rupit. 

Berikut data korban kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki BBM: 

Korban Meninggal Dunia 

1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.

2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara. 

3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah. 

4. Saf (50), kernet Bus ALS, warga Medan. 

5. Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan. 

6. Relodo, penumpang Bus ALS. 

7. Zulkifli, penumpang Bus ALS. 

8. Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS. 

9. Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan. 

10. Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.

11. Celinton, penumpang Bus ALS

12. Hisyamsiah Bachri, penumpang Bus ALS

13. Sukardi, penumpang Bus ALS

14. Salim, penumpang Bus ALS

15. Budiyanto, penumpang Bus ALS

16. Barhul Ulum, penumpang Bus ALS

Korban Selamat 

1. Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 

2. Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 

3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 

4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kernet Bus ALS, warga Riau — mengalami luka lecet atau luka ringan.

Pengakuan Warga Bak Firasat 

KECELAKAAN-Linda (26) warga setempat mengaku merinding usai mengetahui mimpi yang dialaminya Jadi Kenyataan di Lokasi Kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbakar hebat di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
KECELAKAAN-Linda (26) warga setempat mengaku merinding usai mengetahui mimpi yang dialaminya Jadi Kenyataan di Lokasi Kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbakar hebat di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. (TribunBengkulu.com/Beta Misutra)

Linda Alisa (26), yang berada sekitar 100 meter dari lokasi kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026), mengungkap detik-detik mencekam saat bus ALS bertabrakan dengan truk tangki hingga terbakar hebat.

Pada saat itu, Linda sempat melihat bus ALS melintas, sebelum bus ALS bertabrakan dengan mobil tangki dan terbakar.

Saat itu, dia sedang menyeberang jalan menggunakan sepeda listrik, dan beberapa saat kemudian Linda mendengar dentuman keras dari belakang dan melihat bus ALS sudah terbakar hebat.

Insiden tersebut berujung kebakaran hebat yang membakar kedua kendaraan hingga membuat arus lalu lintas di Jalinsum sempat macet total.

Akibatnya, 16 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, di mana 14 orang merupakan penumpang bus ALS dan dua orang dari sopir tangki minyak.

Jenazah korban hingga kini belum berhasil dikenali karena kondisi tubuh yang sulit diidentifikasi, sehingga petugas rumah sakit terpaksa memberi nomor urut pada masing-masing jenazah.

Para korban dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam sekaligus cerita memilukan dari para saksi mata di lokasi kejadian. 

Linda mengaku sempat mengalami firasat aneh sehari sebelum insiden maut itu terjadi.

Bahkan, dirinya masih merasa merinding ketika mengingat mimpi yang dialaminya pada malam sebelum kecelakaan Bus ALS tersebut.

“Waktu malam sebelum kejadian itu saya mimpi didatangi seseorang. Orang itu minta saya tanggung jawab, tapi saya tidak tahu tanggung jawab apa yang dimaksud. Saya takut sekali sampai langsung terbangun,” ujar Linda saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (7/5/2026).

Menurut Linda, awalnya ia hanya menganggap mimpi tersebut sebagai bunga tidur biasa.

Namun setelah mengetahui terjadi kecelakaan Bus ALS yang menewaskan banyak korban, dirinya mulai mengaitkan mimpi itu dengan kejadian tragis yang terjadi di depan rumahnya.

“Pas bangun saya masih kepikiran. Tapi nggak nyangka besok siangnya benar-benar ada musibah besar di sini,” katanya dengan wajah masih terlihat syok.

Sempat Melihat Bus ALS dari Kejauhan

Linda menuturkan, saat kejadian dirinya sedang berada di pinggir jalan dan hendak menyeberang menggunakan sepeda listrik miliknya.

Dari kejauhan, ia sebenarnya sudah melihat Bus ALS melaju menuju arah Simpang Danau.

Biasanya, kata Linda, dirinya akan menunggu kendaraan besar seperti bus melintas terlebih dahulu sebelum menyeberang jalan.

Namun pada saat kejadian, dirinya justru memilih langsung menyeberang meski melihat bus tersebut masih melaju.

“Biasanya saya tunggu dulu kalau ada bus lewat. Tapi waktu itu entah kenapa saya langsung nyebrang saja,” ucapnya.

Setelah berhasil menyeberang dan melaju sekitar 100 meter dari lokasi, Linda tiba-tiba mendengar suara dentuman keras dari arah belakangnya.

Suara tersebut sontak membuat dirinya terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara.

“Saya dengar suara benturan keras sekali dari belakang. Pas saya lihat ternyata bus sama mobil tangki itu sudah terbakar,” ungkapnya.

Kondisi di lokasi, lanjut Linda, langsung berubah panik.

Warga berhamburan mendatangi titik kecelakaan Bus ALS untuk mencoba memberikan pertolongan kepada para korban.

Diduga Ambil Jalur Kanan

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi bus diduga kehilangan jalur ketika mencoba menghindari kerusakan jalan.

"Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan, lalu mengambil jalur kanan," kata Nandang, Kamis (7/5/2026) kepada Kompas.com. 

Saat bus masuk ke jalur kanan, dari arah berlawanan, melaju truk tangki BBM milik PT Seleraya yang dikemudikan sopir bernama Hariyanto alias Yanto.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Benturan keras memicu kebakaran hebat hingga menghanguskan bus dan truk tangki beserta sejumlah korban di dalamnya.

"Dari insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan," ungkap Nandang.

Posko DVI Untuk mendukung proses identifikasi korban meninggal dunia yang mayoritas mengalami luka bakar serius, Biddokkes Polda Sumsel bersama RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI).

"Ke-16 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.