Setelah hutan di Sumetera terbakar, maka hutan di Papua Pegunungan atau Tanah Papua secara umum menjadi harapan Indonesia maupun dunia dalam menjaga paru-paru dunia
Wamena (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI mengharapkan kawasan hutan di wilayah Papua Pegunungan harus dijaga dengan baik supaya tetap lestari.
Kawasan hutan di Papua Pegunungan yang meliputi delapan kabupaten diantaranya Jayawijaya, Nduga, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Yalimo, Tolikara dan Lanny Jaya memiliki total seluas 5.121.331,29 hektare.
Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Prof Haruni Krisnawati dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis, mengatakan kawasan hutan di Papua Pegunungan menjadi satu-satunya harapan untuk menjadi penyaring karbon gas rumah kaca di Indonesia.
“Setelah hutan di Sumetera terbakar, maka hutan di Papua Pegunungan atau Tanah Papua secara umum menjadi harapan Indonesia maupun dunia dalam menjaga paru-paru dunia,” katanya.
Menurut dia, kegiatan Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan beberapa waktu lalu merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem hutan di daerah tersebut.
“Kami tentu berharap seluruh komponen masyarakat, pemerintah, berbagai pemangku kepentingan di Papua Pegunungan untuk sama-sama menjaga kelestarian hutan tropis di Papua Pegunungan supaya karbon gas dari rumah kaca dapat disaring,” ujar Haruni.
Dia menjelaskan hasil pertemuan tersebut telah dituangkan dalam rencana operasi Indonesia’s Folu Net Sink 2030 dan merupakan program utama di sektor kehutanan.
“Tentu dalam pelaksanaannya perlu terstruktur, sistematis, masif dan perlu target kinerja yang perlu ditingkatkan. Disinilah perlunya partisipasi teman-teman di Provinsi Papua Pegunungan menjadi sangat penting,” katanya.
Dia menambahkan pengelolaan manajemen hutan lestari, pengelolaan lingkungan dan pengelolaan karbon serta penguatan-penguatan kebijakan itu menjadi penting dalam menjaga kawasan hutan di Papua Pegunungan dan Tanah Papua secara umum.
“Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 semoga menjadi jalan dan membuka pintu baru untuk Provinsi Papua Pegunungan seperti pendanaan untuk tetap menjaga kawasan hutan di sini tetap lestari,, pertumbuhan ekonomi masyarakat tetap bertumbuh dan martabat masyarakat adat pun tetap terjaga. Semoga Folu Net Sink yang telah ditargetkan secara global bisa tercapai dan partisipasi dari pemerintah daerah serta seluruh pihak sangat diperlukan dan penting untuk mewujudkannya,” ujarnya.





